Breaking News

Mahfud Sebut Prabowo Cerdik: Daripada di Luar Berbahaya, Maka Dikurung di KSP


Oposisi Cerdas | Presiden Prabowo Subianto dinilai tengah memainkan strategi politik untuk meredam potensi gangguan terhadap pemerintahannya. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan hal itu saat menyoroti sejumlah keputusan Prabowo, mulai dari pergantian Kapolri hingga pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Bagi Mahfud, penempatan sejumlah figur di dalam lingkaran pemerintahan bukan sekadar persoalan akomodasi. Ia melihat langkah tersebut sebagai strategi untuk mengendalikan konstelasi politik agar suara-suara kritis tidak berkembang menjadi tekanan dari luar pemerintahan.

"Bahasa lembutnya adalah mengakomodasi. Namun secara strategi politik, ini cara cerdas untuk mengendalikan konstelasi. Suara kritis dikumpulkan di dalam agar dinamika di luar tetap tenang," terang Mahfud dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Rabu (7/10/2026). 

Mahfud menyoroti komposisi Wantimpres yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh senior hingga pengkritik tajam seperti Rocky Gerung. Strategi tersebut ia sebut sebagai containment atau pengondisian.


Ia menjelaskan, berdasarkan Pasal 6 Ayat (1) UU Wantimpres, setiap anggota dilarang menyampaikan pernyataan atau penilaian politik secara terbuka kepada publik. Nasihat kepada Presiden harus disampaikan secara tertutup.

Dengan ketentuan tersebut, para tokoh yang sebelumnya aktif menyampaikan kritik di ruang publik kini memiliki batasan ketika menjalankan peran sebagai anggota Wantimpres.

Sorotan Mahfud juga mengarah pada pergantian Kapolri. Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memimpin Polri dipindahkan ke posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sementara jabatan Kapolri diberikan kepada Jenderal Suyudi Ario Seto.

Mahfud menilai keputusan tersebut memiliki konsekuensi politik. Penempatan Listyo ke KSP dianggap dapat mengurangi potensi gangguan apabila figur tersebut berada di luar lingkaran pemerintahan.

"Ini cerdik Prabowo. Daripada di luar berbahaya maka dikurung saja di KSP," ujarnya.

Menurut Mahfud, pengumuman pergantian Kapolri yang dilakukan secara mendadak juga bukan tanpa perhitungan. Ia melihat keputusan tersebut sebagai taktik untuk menutup ruang intervensi atau tekanan dari kekuatan di luar lingkaran kepresidenan.

"Ini penanda penting bahwa Prabowo ingin menegaskan dirinya sebagai pemimpin yang mandiri, tidak lagi dapat disandera oleh kekuatan di luar dirinya," kata Mahfud.

Mahfud Sebut Prabowo Cerdik: Daripada di Luar Berbahaya, Maka Dikurung di KSP Mahfud Sebut Prabowo Cerdik: Daripada di Luar Berbahaya, Maka Dikurung di KSP Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5