Adsterra

Breaking News

TNI AD Ungkap Penyebab Ambruknya Jembatan Gantung di Pangandaran Saat Diresmikan


Oposisi Cerdas | Jembatan Gantung Garuda Pangandaran yang dibuat TNI AD ambruk saat diresmikan, pada Minggu 30 Agustus 2026 lalu.

TNI AD menyebut, ambruknya jembatan karena faktor teknis dan kelebihan kapasitas.

"Hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur, termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan," ungkap Kadispenad, Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat.

Dalam investigasi, tim menemukan sejumlah kondisi teknis, seperti pengait block anchor yang patah, konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon, sistem roller dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pada pylon.

Saat kejadian, kata dia, jembatan menerima beban 50 orang secara bersamaan hingga memengaruhi kinerja struktur.

Donny mengatakan, Jembatan Gantung Garuda merupakan jembatan perintis. Pembangunannya jadi solusi akses bagi masyarakat utamanya di wilayah dengan kondisi geografis yang menyulitkan pembangunan jembatan beton.

"Jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu. Karena itu, aspek pembebanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaannya," kata dia.

"Pada jembatan tersebut juga telah dicantumkan ketentuan mengenai batas jumlah orang yang dapat berada di atas jembatan,” imbuhnya.

Pihaknya, kata Donny, telah melakukan peningkatan keamanan terhadap sistem sling pada jembatan-jembatan perintis hingga mencapai sekitar 20 hingga 30 persen.

"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,” katanya.

"Sebagai tindak lanjut hasil investigasi, TNI AD akan melakukan penanganan dan penyempurnaan secara menyeluruh terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan sistem struktur jembatan," sambungnya.

Selain itu, evaluasi juga akan meliputi konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan ketentuan keselamatan.

"Sebelum kembali dimanfaatkan masyarakat, jembatan akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai kebutuhan untuk memastikan kelayakan penggunaannya," ujarnya.

"TNI AD memahami bahwa Jembatan Garuda dibangun untuk memberikan manfaat dan memudahkan mobilitas masyarakat. Karena itu, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama," imbuhnya.

Sebelumnya, insiden ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, viral di media sosial.

Dalam unggahan Instagram @feedmedsos, tampak jembatan mengalami kerusakan usai diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami bersama warganya, pada Minggu, 30 Agustus 2026 sore.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kuat dugaan, ambruknya jembatan tersebut terjadi akibat kelebihan beban (over kapasitas).

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Jembatan patah sesaat setelah diresmikan Bupati Pangandaran," ujar warga setempat, Asep Dani di lokasi.

Struktur jembatan tersebut tiba-tiba anjlok saat dilewati sekitar 50 orang. Di antara para korban, ada Bupati Citra Pitriyami, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Senjaya, serta Dandim 0626 Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan.***

Sumber: konteks
Foto: Jembatan di Pangandaran ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, TNI AD ungkap penyebabnya (Instagram.com/@feedmedsos)

TNI AD Ungkap Penyebab Ambruknya Jembatan Gantung di Pangandaran Saat Diresmikan TNI AD Ungkap Penyebab Ambruknya Jembatan Gantung di Pangandaran Saat Diresmikan Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5