Adsterra

Breaking News

Heboh Matahari Berwarna Merah Pekat di Medan, BMKG Bantah Terkait Abu Vulkanik


Oposisi Cerdas | Warga Kota Medan pada Minggu (6/9/2026) sore dihebohkan dengan fenomena matahari berwarna merah. Fenomena ini berlangsung selama beberapa jam sampai matahari terbenam.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, angkat bicara. Ia mengatakan hal ini terjadi karena banyaknya polutan.

"Dimungkinkan ini adalah karena polutan. Jadi, sinar matahari itu sampai ke bumi, nah itu terfilter oleh polutan tadi sehingga warna merah saja yang sampai ke mata kita," kata Hendro, Senin (7/9/2026).

Secara meteorologis, fenomena ini bisa terjadi karena adanya partikel di atmosfer. Partikel yang dimaksud seperti aerosol, debu, maupun asap, yang memengaruhi proses perambatan cahaya Matahari.

"Kalau dari pengamatan kita mulai jam 5 sore sampai jam 8 malam. Semakin menaik tuh polutannya," lanjut Hendro.

Keberadaan aerosol di atmosfer diduga menjadi salah satu faktor yang memperkuat warna kemerahan tersebut. Tak hanya itu, cuaca haze atau udara kabur juga tampak semakin memperkeruh keadaan.

Meskipun begitu, berdasarkan analisis dari pihaknya, penampakan ini bukan dikarenakan oleh abu vulkanik Gunung Sinabung.

"Dari PM2.5 itu tidak menunjukkan adanya abu vulkanik atau kebakaran (hutan) itu," ungkap Hendro.

Pada Senin (7/9/2026) pagi, fenomena yang sama tidak lagi terlihat. Hendro mengatakan bahwa polutan di udara sudah cenderung bersih.

"Karena kan semalam hujan, jadi membersihkan atmosfer dari debu polutan-polutan itu. Nah, mungkin nanti sore kita lihat saja apakah sama kasusnya atau sudah berkurang," jelasnya.

Baca juga: 4 Fenomena Langit Sepanjang Bulan September 2026 yang Bisa Diamati dari Indonesia

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Ilham Haris Batubara, merincikan bahwa secara praktik, partikel-partikel yang dimaksud menyebabkan cahaya biru lebih banyak dihamburkan. Sehingga cahaya yang sampai ke mata kita lebih didominasi warna merah atau jingga.

"Jadi, fenomena matahari tampak merah yang terlihat masyarakat Medan kemarin pada dasarnya merupakan efek optik atmosfer. Bukan berarti mataharinya berubah warna, tetapi cahaya matahari mengalami proses hamburan dan penyaringan oleh kondisi atmosfer sebelum sampai ke mata penglihat," ujar Ilham.

Efek matahari tampak merah semakin terlihat ketika posisi matahari masih rendah, seperti pada pagi atau sore hari.

"Masyarakat juga tidak perlu panik. Namun, apabila kondisi udara terlihat berkabut atau berasap dan jarak pandang menurun, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kualitas udara serta informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait," katanya.

Heboh Matahari Berwarna Merah Pekat di Medan, BMKG Bantah Terkait Abu Vulkanik Heboh Matahari Berwarna Merah Pekat di Medan, BMKG Bantah Terkait Abu Vulkanik Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5