Heboh Gerombolan Burung di Langit, Pertanda Bencana di Tengah Erupsi Anak Krakatau?
Oposisi Cerdas | Sebuah video yang menampilkan ratusan bahkan
ribuan burung terbang bergerombol dalam formasi panjang di langit berawan
viral di media sosial X. Unggahan tersebut langsung dikaitkan sejumlah
warganet dengan mitos lama di sejumlah daerah bahwa fenomena semacam ini
merupakan pertanda akan terjadinya kejadian besar atau bencana.
Video berdurasi sekitar 19 detik itu diunggah akun @Samsulhadi_as pada Jumat
malam, 4 September 2026. Dalam keterangannya, pemilik akun menulis, “Aku gak
tau ini bener atau salah ya.. Mitos di daerahku ketika burung ini terbang
bergerombol tandanya akan ada kejadian besar atau bencana... Kaya sekarang
anak krakatau sedang erupsi. Kalo di daerah kalian gimana?”
Rekaman menunjukkan kawanan burung kecil terbang berbaris memanjang,
membentuk pola seperti gelombang atau garis-garis di langit mendung. Formasi
tersebut tampak bergerak dinamis, khas perilaku burung yang sedang
bermigrasi atau mencari makan bersama.
Unggahan itu meraih ratusan ribu tayangan dan memicu perbincangan. Beberapa
pengguna mengaku insting hewan lebih tajam dibanding manusia, sementara yang
lain mengingatkan bahwa September merupakan periode migrasi tahunan sejumlah
spesies burung.
Fenomena ini muncul bersamaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Anak
Krakatau di Selat Sunda. Sejak Jumat malam 4 September hingga Sabtu pagi 5
September 2026, gunung api itu mengalami erupsi menerus dengan semburan lava
yang menyerupai air mancur (lava fountain), disertai suara gemuruh. Getaran
bahkan dirasakan warga di beberapa wilayah Banten dan Lampung. Status
aktivitas tetap di Level III (Siaga) dengan zona larangan 3 kilometer dari
kawah. Pihak berwenang menegaskan erupsi saat ini tidak berpotensi memicu
tsunami.
🕹️ Mitos mengenai burung terbang bergerombol tidak biasa menjelang bencana alam sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat:
— Global News (@NurSyahbana9) September 5, 2026
- Fenomena ini dikenal sebagai kemampuan instingtif hewan mendeteksi perubahan alam sebelum manusia menyadarinya
Sebelum Gunung anak Krakatau meletus..👇🏻 https://t.co/v6oJ87hcPi pic.twitter.com/VuWRXsNfcK
Kepercayaan bahwa gerombolan burung menjadi pertanda bencana sudah lama
beredar di berbagai daerah Indonesia. Ada yang mengaitkannya dengan gempa,
erupsi, atau kejadian besar lainnya. Namun, para ahli biologi menjelaskan
bahwa terbang bergerombol merupakan perilaku alami. Burung seperti walet
atau layang-layang sering berkumpul untuk menghindari predator, mencari
makanan, atau melakukan migrasi musiman. September menjadi salah satu puncak
pergerakan burung dari belahan bumi utara menuju wilayah yang lebih hangat,
termasuk Indonesia yang menjadi jalur penting East Asian-Australasian
Flyway.
Meskipun hewan memang peka terhadap perubahan lingkungan—seperti getaran,
perubahan tekanan udara, atau aktivitas vulkanik—para ilmuwan menekankan
bahwa tidak semua fenomena burung bergerombol otomatis menjadi prediksi
bencana. Perilaku serupa bisa terjadi setiap hari tanpa diikuti peristiwa
besar.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG,
dan BNPB, serta tidak mendekati zona bahaya Gunung Anak Krakatau. Fenomena
alam yang indah ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga habitat burung
migran yang semakin terancam.
Heboh Gerombolan Burung di Langit, Pertanda Bencana di Tengah Erupsi Anak Krakatau?
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
