Viral Video Budi Arie Singgung Pemilu Dipercepat, Said Didu: Jokowi Tak Rela Lepas Kuasa!
Oposisi Cerdas | Sebuah potongan video yang memperlihatkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tengah berbicara di hadapan Presiden Joko Widodo mendadak viral dan memicu gelombang spekulasi politik.
Dalam rekaman tersebut, Budi Arie secara blak-blakan menyinggung insting politiknya mengenai kemungkinan pergantian presiden atau percepatan pemilihan umum sebelum masa jabatan 2029 berakhir.
Pernyataan yang dilontarkan tepat di samping Presiden Jokowi ini tak pelak memancing reaksi keras dari berbagai pihak.
Salah satu sorotan paling tajam datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN sekaligus analis kebijakan publik, Muhammad Said Didu.
Melalui akun X pribadinya, @msaid_didu pada hari Minggu (24/8/2026), Said Didu membedah makna di balik narasi Budi Arie.
Dengan gaya bahasanya yang lugas dan menohok, ia menyimpulkan bahwa video tersebut adalah sinyal kuat keengganan Jokowi untuk melepaskan takhtanya, saat masa jabatannya berakhir.
"Solo sedang makan bubur panas Hambalang. Akhirnya terbuka dan terkuak bahwa Jokowi tidak rela serahkan kekuasaan ke siapapun, termasuk ke Pak @prabowo. Geng SOP plus poros SSB sedang bergerak," cuit Said Didu sembari menyematkan video yang kini menjadi perbincangan panas tersebut.
Narasi "Patahan Sejarah" dan Percepatan Pemilu
Video yang memantik kontroversi ini merekam momen saat Budi Arie mengajak audiensnya untuk tidak terpaku pada skenario politik konvensional menuju Pemilu 2029.
Dengan nada serius, ia mengungkapkan telah membisikkan insting politiknya secara langsung kepada Presiden Jokowi.
"Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029," ucap Budi Arie dalam video tersebut.
Ia kemudian melempar retorika kepada hadirin.
"Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, gak?" yang langsung dijawab dengan seruan "Siap!" dari audiens.
Lebih jauh, Budi Arie mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali.
Ia bahkan menarik benang merah dengan peristiwa reformasi, membandingkan dinamika sosial saat ini dengan "patahan sejarah" yang terjadi pada transisi 1997 ke 1999.
Menurutnya, keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi yang tidak menentu adalah variabel yang sangat mungkin memicu percepatan sejarah tersebut.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," tegas Budi Arie.
Pernyataan yang dibingkai sebagai "wacana alternatif" oleh Budi Arie ini kini bola panasnya berada di ruang publik.
Bagi pengamat seperti Said Didu, wacana ini bukanlah sekadar diskusi biasa, melainkan cerminan dari tarik-ulur kekuasaan tingkat tinggi jelang transisi kepemimpinan nasional.
Apakah insting Budi Arie murni sebuah analisa politik, atau manuver terselubung di lingkar kekuasaan?
Sumber: tribunnews
Foto: INSTING TAK RELA - Sebuah potongan video yang memperlihatkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tengah berbicara di hadapan Presiden Joko Widodo mendadak viral dan memicu gelombang spekulasi politik, karena Budi Arie secara blak-blakan menyinggung insting politiknya mengenai kemungkinan pergantian presiden atau percepatan pemilihan umum sebelum masa jabatan Prabowo di 2029 berakhir. Said Didu mengatakan pernyataan Budi Arie menandakan bahwa sejak awal Jokowi tidak rela kekuasannya diambil Prabowo/@msaid_didu
Viral Video Budi Arie Singgung Pemilu Dipercepat, Said Didu: Jokowi Tak Rela Lepas Kuasa!
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
