Adsterra

Breaking News

Tiga Hari Banjir Bandang Nepal, Sebanyak 2.478 Masih Hilang, Sedikitnya 579 Orang Tewas


Oposisi Cerdas | Hingga Sabtu (29/8) atau tiga hari usai bencana banjir bandang di Nepal, sebanyak 2.478 orang masih hilang, sementara korban tewas mencapai 579 orang.

Diketahui, banjir bandang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8/2026).

Bencana yang dipicu runtuhnya sebagian besar gletser di Taman Nasional Langtang ini mengakibatkan kerusakan parah di sepanjang lembah pegunungan Himalaya.

Berdasarkan estimasi Palang Merah, setidaknya 93.000 orang terdampak langsung oleh bencana tersebut dan memerlukan bantuan darurat mendesak.

Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus berjalan di tengah medan yang sulit dan tertutup.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu (29/8/2026), otoritas penanggulangan bencana Nepal mengonfirmasi sedikitnya 579 orang tewas, sedangkan di wilayah Tibet dilaporkan tujuh orang meninggal dunia.

Jumlah orang hilang tercatat mencapai 2,478 orang. Angka ini mencakup 1.924 orang di Nepal dan 554 orang di Tibet.

Di antara korban hilang, terdapat 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (hidroelektrik) di Nepal, serta 777 warga asing.

Banyak dari warga asing ini merupakan turis, pendaki, dan peziarah umat Hindu dari berbagai negara yang sedang melakukan perjalanan ke Gunung Kailash di Tibet.

Beberapa korban tewas hanyut sangat jauh; otoritas India melaporkan telah menemukan tujuh jenazah di sungai-sungai yang mengalir dari Nepal.

Kronologi dan kecepatan aliran air yang ekstrem Bencana ini bermula ketika sebagian besar gletser di Taman Nasional Langtang terlepas, runtuh, lalu meluncur ke lembah Sungai Lhende Khola.

Runtuhan gletser tersebut membawa jutaan meter kubik air, lumpur, es, dan batuan ke aliran sungai.

Dilansir dari Sky News, Sabtu (29/8/2026), ahli geomorfologi Kristen Cook menjelaskan bahwa aliran banjir ini bergerak sangat cepat.

Kecepatan alirannya tercatat melebihi 93 mil per jam (sekitar 150 km/jam) saat menghantam pos perbatasan Gyirong Port di Tibet hanya dalam waktu 7,5 menit setelah gletser runtuh. Aliran deras ini kemudian meluncur menuju desa Syapru Besi dan Betrawati.

Kerusakannya sangat masif: pos perbatasan hancur total hingga hanya menyisakan puing-puing, sementara pembangkit listrik, jalan, dan jembatan di sekitarnya rusak berat.

Warga di sepanjang aliran sungai tidak sempat bersiap karena alat pengukur ketinggian air hancur sebelum bisa mengirim data peringatan.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal akhirnya meminta bantuan internasional spesifik untuk evakuasi di terowongan hidroelektrik Rasuwa tempat para pekerja terjebak lumpur serta bantuan identifikasi jenazah dengan tes DNA dan penyimpanan jenazah jangka panjang.

Nepal juga meminta India dan China memasok jembatan Bailey portabel untuk memulihkan akses transportasi karena sekitar dua lusin jembatan di area tersebut hancur.

Saat ini, bantuan internasional mulai mengalir, termasuk pengiriman 2,5 ton logistik dari Amerika Serikat dan bantuan darurat senilai 2 juta Euro (sekitar 41 miliar Rupiah) dari Uni Eropa.***

Sumber: pojoksatu
Foto: Banjir bandang Nepal (ist)

Tiga Hari Banjir Bandang Nepal, Sebanyak 2.478 Masih Hilang, Sedikitnya 579 Orang Tewas Tiga Hari Banjir Bandang Nepal, Sebanyak 2.478 Masih Hilang, Sedikitnya 579 Orang Tewas Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5