Target 30.000 Kopdes Merah Putih Hanya Jadi Topeng Bisnis Pejabat
Oposisi Cerdas | Target Presiden Prabowo Subianto mengoperasikan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada akhir 2026 menuai kritik tajam. Program yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa itu dinilai berisiko melenceng dari prinsip dasar koperasi.
Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto bahkan mempertanyakan substansi program tersebut. Menurutnya, koperasi seharusnya dibangun atas kepentingan dan kepemilikan bersama para anggotanya, bukan menjadi instrumen kepentingan elite.
"Kopdes Merah Putih bukan koperasi karena mengabaikan prinsip dasar koperasi yang berbasis pada kepentingan bersama para anggotanya," tulis Gigin melalui akun X pribadinya, dikutip Minggu (16/8/2026).
Gigin juga melontarkan tudingan lebih keras. Ia menilai penggunaan nama koperasi berpotensi hanya menjadi kedok untuk agenda politik dan kepentingan bisnis tertentu.
"Kopdes mencatut nama koperasi untuk menyembunyikan agenda politik dan bisnis pribadi para pejabat," tegasnya.
Kritik tersebut muncul setelah Prabowo menyampaikan target ambisius dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026). Kepala Negara menargetkan 30.000 koperasi desa/kelurahan beroperasi optimal pada akhir 2026.
"Target kita 30.000 koperasi beroperasi optimal pada akhir 2026, ini target. Kita cantumkan target kita tinggi," kata Prabowo.
Prabowo Punya Misi Besar untuk Desa
Prabowo sebelumnya menjelaskan KDKMP diarahkan menjadi salah satu mata rantai penting dalam perekonomian desa. Koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga administratif, tetapi mampu membeli dan menyalurkan hasil produksi masyarakat.
Salah satu fungsi yang ditekankan adalah sebagai offtaker, atau pembeli siaga hasil pertanian dan perikanan masyarakat desa.
Dengan fungsi tersebut, pemerintah berharap hasil panen tidak lagi terbuang hanya karena petani kesulitan menemukan pembeli atau terkendala transportasi.
"Koperasi bisa jadi offtaker, pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat, sudah punya angkutannya sendiri," ujar Prabowo.
Ia menilai keberadaan armada pengangkut milik koperasi dapat mengurangi persoalan distribusi yang selama ini menyebabkan hasil pertanian membusuk sebelum sampai ke pasar.
"Tidak ada lagi nanti panen yang rusak karena tidak ada yang mau beli, karena tidak ada truk yang bisa mengambil panen tersebut. Mangga yang rusak, rambutan rusak, wortel rusak, insyaallah ini bisa bantu rakyat kita," lanjutnya.**
Sumber: monitorindonesia
Foto: Koperasi Desa Merah Putih/Net
Target 30.000 Kopdes Merah Putih Hanya Jadi Topeng Bisnis Pejabat
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
