Adsterra

Breaking News

Pulang Menimba Ilmu dari Pesantren Malah Cabul, Putra Pemilik Panti Asuhan Setubuhi Gadis Tunanetra


Oposisi Cerdas | Tersangka pencabulan, MSN (22), hanya bisa tertunduk lesu saat diinterogasi Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan.

MSN merupakan anak pemilik panti asuhan di Surabaya.

Korban merupakan gadis di bawah umur penyandang tunanetra, berusia 14 tahun.

Sehari-hari, korban adalah penghuni panti asuhan, yang dititipkan oleh ibu kandungnya lantaran bekerja sebagai TKW.

Ironisnya, tersangka ternyata merekam aksi bejatnya pakai handphone pribadinya.

Dari situlah perbuatan tak senonoh MSN terbongkar.

Aksi Dilakukan saat Sepi

Di depan petugas, MSN mengaku memperdayai korban dengan cara dibawa ke dalam kamarnya, ketika kondisi rumah sedang sepi.

“Tiap sepi, kalau tidak ada orang. Tidak yang tahu,” aku MSN.

MSN juga tidak menampik, jika dalam perbuatan bejatnya sengaja direkam.

Mendengar pengakuan tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie, geram.

Pasalnya, aksi MSN ternyata dilakukan tidak lama setelah baru pulang menimba ilmu dari pondok pesantren.

“Pulang dari pondok, malah... cabul! Proses saja,” tegas Kombespol Lutfhie.

Terbongkar

Aksi bejat tersangka terbongkar setelah ibu kandung korban pulang ke Kota Surabaya.

Saat itu mendapat kabar dari salah satu anaknya, jika di handphone pelaku menyimpan gambar dan video korban.

Pelaku tak berkutik sehingga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya ke Mapolrestabes Surabaya.

“Umimu sudah tahu sekarang (perbuatan cabul pelaku)."

"Responsnya kecewa sama saya,” ucap MSN, saat ditanya aksi kejinya diketahui oleh korban dan kedua orang tuanya.

Korban dititipkan di panti asuhan sejak usia 3 tahun karena ibunya bekerja sebagai TKW.

DP3A-PPKB

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengungkapkan, saat ini korban telah didampingi ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya.

“Korban tetap didampingi DP3A-PPKB. Diasuh sama ibu korban,” tandas AKBP Melatisari.

Kasus ditangani oleh pihak kepolisian untuk diproses hukum, dan korban saat ini dalam pengasuhan ibunya dengan pendampingan dari DP3A-PPKB Kota Surabaya.

Pulang Menimba Ilmu dari Pesantren Malah Cabul, Putra Pemilik Panti Asuhan Setubuhi Gadis Tunanetra Pulang Menimba Ilmu dari Pesantren Malah Cabul, Putra Pemilik Panti Asuhan Setubuhi Gadis Tunanetra Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5