Diusulkan untuk Nobel Perdamaian, Ini Isi Makalah MBG yang Cantumkan Prabowo sebagai Penulis
Sebuah makalah akademik yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
sebagai bahan pertimbangan Nobel Perdamaian 2026 menjadi sorotan setelah
mencantumkan nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai salah
satu penulis.
Dokumen berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National
Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and
Indonesia’s Economic Growth” tersebut membahas program MBG sebagai kebijakan
yang dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi
masyarakat, tetapi juga penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi
Indonesia.
Paper setebal 69 halaman itu tercatat diunggah ke platform Social Science
Research Network (SSRN) pada 31 Maret 2026. Dalam dokumen tersebut, Prabowo
tercantum sebagai penulis pertama dengan afiliasi Presiden Republik
Indonesia, bersama sejumlah akademisi dan pihak lain dari berbagai
institusi.
Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyatakan masih
melakukan penelusuran untuk memastikan keaslian, proses penyusunan, serta
pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan dokumen tersebut.
anjirrr paper nobel perdamaiannya Prabowo ada sisa prompt yg kelupaan dihapus HAHAHA 😂😂😂😂😂😂 pake AI donggg buat papernya https://t.co/doohiH9V4f pic.twitter.com/ZmxsKImJrM
— TxtdariUGM (@Txtdariiugm) August 4, 2026
Isi Paper Nobel MBG yang Mencantumkan Nama Prabowo
Berdasarkan informasi dari laman SSRN, dokumen sepanjang 69 halaman tersebut
membahas MBG yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai sebuah
kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi
masyarakat, tetapi juga dikaji sebagai model pembangunan ekonomi berbasis
ketahanan pangan.
Naskah tersebut ditulis oleh sejumlah akademisi dan tokoh dari berbagai
institusi, antara lain:
- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,
- Prof. Dr. Dian Damayanti dari European Alliance for Innovation dan Universitas Borobudur Jakarta,
- Ashar Sunarso dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
- Dr. Norhidayah Azman dari Management and Science University Malaysia,
- Iwan dari Universitas Negeri Jakarta,
- Prof. Dr. Ir. Gimbal Doloksaribu dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta,
- Prof. Dr. Cicih Ratnasih dari Universitas Borobudur Jakarta,
- Mansuri dari Universitas Borobudur Jakarta,
- Dr. Sugiyanto Saleh dari Universitas Borobudur Jakarta, serta
- Prof. Dr. Ninuk Lustyantie dari Universitas Negeri Jakarta.
- Dokumen tersebut tercatat ditulis pada 13 Februari 2026 dan dipublikasikan di SSRN pada 31 Maret 2026.
Dalam abstraknya, penelitian tersebut menjelaskan bahwa Program Makan
Bergizi Gratis dipandang sebagai upaya untuk menggabungkan tujuan sosial
dengan konsep smart business model atau model bisnis cerdas.
Artinya, program ini tidak hanya dilihat sebagai bantuan pemerintah untuk
memberikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga sebagai
sebuah sistem yang dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Action
Design Research (ADR), yaitu pendekatan penelitian yang menggabungkan
analisis akademik dengan proses perancangan solusi secara berulang melalui
keterlibatan langsung para pemangku kepentingan.
Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan berbagai pihak, diskusi
kelompok terarah (focus group discussion), serta analisis dokumen kebijakan.
Menurut penelitian tersebut, Program Makan Bergizi Gratis memiliki dua
tujuan utama. Pertama, mengatasi persoalan ketimpangan gizi, terutama bagi
kelompok rentan seperti anak-anak dan keluarga berpenghasilan rendah.
Kedua, membangun ekosistem ekonomi pangan yang lebih kuat dengan
meningkatkan permintaan terhadap produk pertanian, bahan pangan lokal, jasa
pengolahan makanan, hingga sektor distribusi.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa pemberian makanan bergizi kepada
masyarakat bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi harian,
tetapi juga berkaitan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Anak-anak yang memperoleh asupan gizi lebih baik dinilai memiliki peluang
untuk tumbuh dengan kesehatan dan kemampuan belajar yang lebih optimal.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dianggap dapat meningkatkan kualitas
tenaga kerja Indonesia.
Selain dampak terhadap kesehatan masyarakat, penelitian itu juga menyoroti
efek ekonomi dari program tersebut. Keterlibatan UMKM dan produsen lokal
dalam rantai pasok makanan dinilai dapat membuka peluang usaha baru,
menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat
industri pangan nasional.
Penelitian tersebut juga menilai bahwa keberhasilan program sangat
bergantung pada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga
pendidikan, serta masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pembuat kebijakan
dan pengarah program, sementara sektor usaha dan masyarakat dapat mendukung
melalui inovasi, produksi pangan, teknologi distribusi, dan pengelolaan
rantai pasok.
Dalam dokumen tersebut, para penulis mengaitkan Program Makan Bergizi Gratis
dengan konsep positive peace atau perdamaian positif. Konsep ini tidak hanya
berarti tidak adanya konflik, tetapi juga terciptanya kondisi sosial yang
adil, seperti berkurangnya kemiskinan, meningkatnya akses terhadap kebutuhan
dasar, serta terciptanya kesempatan ekonomi yang lebih merata.
Dari perspektif tersebut, pemenuhan kebutuhan pangan dan pengurangan
ketimpangan dianggap sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya konflik
sosial akibat ketidakadilan ekonomi.
Dokumen itu juga memuat pernyataan bahwa pengajuan Program Makan Bergizi
Gratis sebagai nominasi Nobel Perdamaian 2026 dilakukan dengan prinsip
integritas akademik dan tanggung jawab publik.
Para penulis menyatakan bahwa pengajuan tersebut tidak bertujuan memberikan
keuntungan pribadi, kepentingan politik, maupun keuntungan komersial
tertentu, melainkan untuk mengangkat sebuah model kebijakan publik yang
dinilai memiliki relevansi terhadap isu global seperti ketahanan pangan,
pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan.
Diusulkan untuk Nobel Perdamaian, Ini Isi Makalah MBG yang Cantumkan Prabowo sebagai Penulis
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
