Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
Oposisi Cerdas | Seorang siswa kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) Faturohman menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal saat berada dekat rumahnya, Jalan Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Wajah Faturohman dipenuhi luka, sebagian tertutup oleh perban saat dijemput orang tuanya dari Polda Metro Jaya.
Fatur mengatakan, penganiayaan yang dialaminya bermula saat dirinya melihat situasi dan kondisi kericuhan yang berada di depan perkampungannya.
Kemudian saat kondisi sudah mulai tidak kondisi, Fatur langsung masuk ke dalam gang.
Jarak rumah Fatur dengan jalan raya, tempat terjadinya kericuhan tidak terlalu jauh, hanya berjarak sekitar 10 meter.
Saat itu, Fatur juga sempat terjatuh akibat terdorong massa yang terlibat bentrok dengan aparat ikut masuk ke dalam gang rumahnya.
Tak lama berselang, sekelompok orang tidak dikenal masuk ke dalam gang Fatur. Ia mengaku sebagai intel, namun kelompok tersebut mengaku sebagai intel DPR.
“Kemudian intel-intel juga masuk ke sini dan menarik saya. Langsung narik ke luar, dan langsung disamperin sama temen-temennya digebugin saya” kata Fatur, di Pejompongan, Jumat (28/8/2026).
Fatur mengaku setelah diseret ke jalan raya, dirinya langsung dipukuli. Dirinya mendapat serangkaian kekerasan mulai dari pemukulan hingga tendangan mendarat ke tubuhnya.
“Ngakunya intel. Intel polisi ngakunya, intel dari DPR,” ucapnya.
Ia kemudian digiring ke Gedung DPR RI. Sesampainya di pos Gedung DPR, ia kembali mendapat kekerasan berupa pukulan hingga tendangan.
Selanjutnya, Fatur diserahkan ke Polda Metro Jaya. Setibanya di sana, ia kembali mendapat kekerasan dari aparat.
Ia dipukul di bagian kepala, punggung dan dada akibat dituding sebagai provokator.
“Sudah ngaku, saya ngomong warga sini. Dia enggak percaya, ya sudah saya dibawa ke luar,” katanya.
Dalam penganiayaan yang dialaminya, Fatur mengaku jika dianiaya menggunakan tangan hingga besi tipis mirip pisau.
“Menggunakan tangan sama alat semacam pisau deh. Macam seperti penggaris,” tandasnya.
Sumber: suara
Foto: Seorang siswa kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) Faturohman menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal saat berada dekat rumahnya, Jalan Pejompongan. (Suara.com/Faqih)
Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
