Buntut Suruh Pasien BPJS Banyakin Duit, RS Pusri Palembang Pecat Dokter Tamara
Manajemen RS Pusri resmi mengakhiri kerja sama dengan dokter Tamara, pemilik
akun Threads @tamdjs, menyusul polemik komentar di media sosial yang menuai
kecaman publik karena dinilai tidak berempati terhadap pasien.
Keputusan tersebut disampaikan melalui press release kedua yang diterbitkan
Manajemen RS Pusri pada Kamis (6/8/2026) melalui akun media sosial Instagram
@rspusriplg.
Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas klarifikasi dan proses pembinaan
internal yang sebelumnya telah dilakukan.
Dalam pernyataan resminya, Manajemen RS Pusri menjelaskan bahwa pihaknya
telah menjalankan mekanisme penanganan dugaan pelanggaran disiplin sesuai
ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan rumah sakit.
"Sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan penegakan tata kelola
organisasi, manajemen RS Pusri telah melakukan pemanggilan kepada dokter
yang bersangkutan. Manajemen kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama
dengan dr. @tamdjs sebagai dokter mitra RS Pusri," demikian pernyataan resmi
Manajemen RS Pusri.
Manajemen menegaskan keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen rumah
sakit dalam menegakkan profesionalisme, tata kelola yang baik, serta
memastikan seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di RS Pusri
mematuhi standar etika profesi dan ketentuan yang berlaku.
RS Pusri juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan
kesehatan yang profesional, aman, bermutu, dan berkeadilan kepada seluruh
pasien tanpa membedakan latar belakang, status, maupun kondisi apa pun.
"Prinsip pelayanan yang setara merupakan nilai yang terus dijunjung tinggi
dalam setiap aspek pelayanan di RS Pusri," tulis manajemen dalam keterangan
resminya.
Selain itu, Manajemen RS Pusri mengucapkan terima kasih atas kepercayaan
masyarakat dan akan terus melakukan evaluasi serta perbaikan berkelanjutan
demi menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.
"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan
menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian kepada
pasien," kata Manajemen RS Pusri.
Komentar dr. Tamara di Threads
Sebelumnya, unggahan akun @tamdjs mendadak viral usai melontarkan kalimat
bernada sinis yang ditujukan kepada pasien BPJS.
Akun tersebut juga menyarankan agar masyarakat memperbanyak uang untuk
membeli asuransi swasta daripada mengeluh di media sosial.
"Kalian cuma bayar ke BPJS, bukan bayar ke RS apalagi nakesnya. Jadi, nggak
usah songong. Kalau gak suka, ya, gak usah berobat di situ. Tidak ada yang
minta kalian berobat," tulis akun tersebut, dikutip dari unggahan media
sosial.
"Mending banyakin duit halal daripada banyakin bacot, biar bisa bayar dan
merasakan asuransi swasta," lanjutnya.
Usai menuai kecaman publik dan sorotan dari sesama sejawat dokter, pemilik
akun @tamdjs mengunggah klarifikasi serta permohonan maaf terbuka melalui
utas di platform Threads.
Dalam klarifikasinya, ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya almarhum
Yurizal.
Namun, ia mengklaim tidak pernah berkomentar langsung di utas milik kerabat
almarhum, melainkan hanya merespons utas pihak lain guna meluruskan apa yang
menurutnya sebagai "penggiringan opini buruk" terhadap sistem BPJS dan
nakes.
Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah menjadi caregiver
bagi orang tuanya yang menggunakan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, masalah utama yang kerap memicu bentrok antara pasien dan tenaga
medis adalah kurangnya publikasi aturan regulasi BPJS kepada masyarakat.
"Nakes hanya pelaksana, bukan pembuat kebijakannya. Saya mohon maaf
sebesar-besarnya apabila ada yang kurang berkenan dengan penyampaian saya,"
tulis akun @tamdjs menutup klarifikasinya.
Ia menyebutkan bahwa jika pasien merasa aturan BPJS buruk, alangkah baiknya
menambah asuransi lain.
Dokter tersebut meminta masyarakat tidak menekan nakes, karena nakes hanya
pelaksana teknis di lapangan dan bukan pembuat kebijakan BPJS.
Di sisi lain ia mengaku sempat mengalami kesulitan masuk (login) ke akun
media sosial pribadinya dan meminta maaf jika ada kegaduhan yang timbul.
"Saya sempat kesulitan masuk ke akun-akun sosmed saya. Saya masih belum tau
adakah hal-hal di sana yang bukan saya yang melakukannya. Saya minta maaf
kalau misal ada kegaduhan di sana."
Dr Tamara berharap komentar pedas dan hujatan dari netizen yang ditujukan
kepadanya dapat menjadi penggugur dosa dan membuat dirinya menjadi pribadi
yang lebih baik.
"Untuk komentar-komentar dari netizen yang tidak enak ke saya, mudah-mudahan
bisa jadi penggugur dosa saya, dan baik saya ataupun kamu bisa jadi pribadi
yang lebih baik lagi aamiin. Overall Terimakasih atas atensinya."
Meski permohonan maaf dan klarifikasi telah disampaikan, manajemen RS Pusri
menegaskan penegakan disiplin dan etika profesi di internal rumah sakit
tetap berjalan sesuai prosedur.
Buntut Suruh Pasien BPJS Banyakin Duit, RS Pusri Palembang Pecat Dokter Tamara
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
