Banyak Kepala SPPG Dicopot BGN, Sudaryono: Saya Bukan Sok Galak, Tetap Asas Praduga Tak Bersalah
Oposisi Cerdas | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya memeriksa 3.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan semua dapur MBG itu memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Saat ini, Sudaryono telah menutup permanen 504 dapur MBG yang tidak memenuhi kelayakan sanitasi dan higienitas berdasarkan hasil pengecekan Dinas Kesehatan.
Selain itu, sudah banyak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dicopot BGN.
Ia menegaskan, dirinya bukan ingin terkesan sok galak atau sok garang dengan mencopot banyak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono mengeklaim dirinya selalu menerapkan asas praduga tak bersalah kepada Kepala SPPG yang melanggar.
"Kita tetap ada asas praduga tak bersalah, segala sesuatunya perlu harus dikerjakan dengan mekanisme yang benar, juga tidak kemudian dengan semena-mena kemudian main copot saja. Ya saya juga bukan sok galak atau sok garang main copot, enggak, kita tetap pakai asas praduga tak bersalah," ujar Sudaryono di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Sudaryono menyampaikan, selama satu bulan menjabat Kepala BGN, dirinya terus membenahi MBG supaya lebih baik lagi.
Dia menyebut terus membenahi MBG mulai dari tata kelolanya, pelaksanaan, hingga SOP.
"Tinggal secara konsekuen dan disiplin dilaksanakan. Termasuk SOP rantai pasok, cara berbelanja, dan lain sebagainya," ucapnya.
Kemudian, Sudaryono mengaku tidak menutup mata bahwa ada saja pengelola SPPG yang menjadi oknum.
Dia menegaskan bahwa oknum di SPPG hanya ada sedikit saja. Menurutnya, tidak semua pengelola SPPG menyebabkan keracunan pada penerima manfaat MBG.
"Jangan kemudian karena ada oknum dianggap semuanya seperti itu, enggak. Sebagian besar jalan bagus, anda bisa lihat di banyak sosial media postingan yang memang bagus, diterima dengan baik, itu sebagian besar," kata Sudaryono.
Sementara itu, Sudaryono membongkar ada juga pengelola SPPG yang pura-pura kena scam ataupun bermain judi online.
Dia menyebut pengelola SPPG akan dihukum berdasarkan kadar pelanggarannya.
"Manakala itu memang melanggar hukum dan dan terbukti secara investigasi kita, kita tidak segan-segan untuk kita copot dan kita berhentikan status ASN PPPK-nya. Ini bagian dari indisipliner," imbuh Sudaryono.
Sumber: tribunnews
Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026)/KOMPAS.com/FIRDA JANATI
Banyak Kepala SPPG Dicopot BGN, Sudaryono: Saya Bukan Sok Galak, Tetap Asas Praduga Tak Bersalah
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
