Makin Canggih, Iran Gunakan Rudal Pertahanan Baru Rontokkan Drone Mata-Mata AS
Iran menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menembak jatuh drone-drone canggih Amerika Serikat (AS), termasuk MQ-9 Reaper. Drone mata-mata itu ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz awal pekan ini.
Ini menandai pertama kalinya Iran menggunakan sistem pertahanan udara Arash-e Kamangir (Arash sang Pemanah) yang dikembangkan di dalam negeri.
Para pengamat mengatakan, Arash-e Kamangir mungkin bukan senjata baru yang revolusioner, melainkan hasil pengembangan atau pergeseran lebih luas yang dilakukan Iran dalam membuat alat pertahanan berbiaya rendah.
Alex Almeida, pengamat keamanan di Horizon Engage, platform intelijen strategis yang berbasis di New York, mengatakan kepada Al Jazeera, sistem pertahanan tersebut mungkin terkait dengan senjata permukaan ke udara jarak pendek.
“Saya menduga ini adalah pengembangan lebih lanjut dari salah satu sistem tersebut. “Sistem ini tidak bergantung pada panduan tapi dari situs radar pertahanan udara konvensional. Kemungkinan besar menggunakan semacam panduan elektro-optik atau pencari panas," katanya.
Para pengamat yakin, Iran masih mempertahankan kemampuan untuk menangkis serangan AS dan Israel, meski situs-situs militernya hancur dibombardir selama perang sebulan lebih.
Media Iran melaporkan, drone AS tersebut ditembak jatuh di dekat Pulau Qeshm, Selat Hormuz.
Kantor berita Fars melaporkan, sistem pertahanan udara Arash-e Kamangir digunakan untuk mencegat drone pengintai "musuh" di atas Selat Hormuz. Mereka menyebut sistem tersebut memiliki kemampuan deteksi siluman, namun hanya sedikit detail teknis yang diungkap.
Sistem pertahanan tersebut menjadi peringatan bagi pesawat musuh yang beroperasi di dekat wilayah udara dan perbatasan maritim Iran.
"Operasi ini, dilakukan menggunakan sistem dengan kemampuan tersembunyi, adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran," kata seorang sumnber pejabat militer Iran, kepada Fars.
Arash-e Kamangir diambil dari nama pahlawan dalam mitologi Persia yang digambarkan dalam cerita rakyat, menembakkan panah untuk menarik garis perbatasan antara Iran dan Asia Tengah.
Mark Hilborne, dosen senior sekolah studi keamanan King's College London, Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, meskipun sangat sedikit informasi tentang Arash-e Kamangir, serangan itu akan sesuai dengan pola perlawanan Iran yang lebih luas.
“Iran menjadi cukup mandiri dalam berbagai bentuk desain rudal dan, seperti Ukraina, cerdik dalam mengubah ekonomi peperangan. Sistem yang murah dan sederhana dapat mengancam sistem yang jauh lebih kompleks,” ujarnya.
Penggunaan drone Reaper oleh AS menunjukkan, Negeri Paman Sam akan mengandalkan rudal yang harganya lebih mahal daripada untuk menyerang Iran.
Sementara Iran tetap menggunakan drone Shahed yang jauh lebih murah, memberikan keuntungan ekonomi jangka panjang dalam konflik yang berkepanjangan.
Sumber: inews
Foto: Iran menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menembak jatuh drone-drone canggih AS, termasuk MQ-9 Reaper (Foto: AP)
Makin Canggih, Iran Gunakan Rudal Pertahanan Baru Rontokkan Drone Mata-Mata AS
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
