Adsterra

Breaking News

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung


Safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi dipastikan bukan karena mencintai adat dan tradisi Lampung. Namun semata-mata untuk mendongkrak elektabilitas PSI. 

"Adat istiadat, budaya dan tradisi telah dieksploitasi untuk kepentingan politik," kata Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin, dikutip Rabu 1 Juli 2026.

Khozinudin menegaskan bahwa Jokowi memang telah meninggalkan Lampung, tapi jejaknya telah menorehkan legacy dan preseden buruk bagi masyarakat adat Lampung. 

"Gelar adat telah dieksploitasi untuk tujuan politik," kata Khozinudin.

Khozinudin menilai kehangatan kekerabatan masyarakat adat menjadi retak karena dalam ritual adat terkandung substansi serangan politik.

Acara adat yang sebelumnya menjadi sarana silaturahmi keluarga besar masyarakat adat Lampung yang melebur berbagai latar termasuk latar politik, kini menjadi ruang ketegangan. 

"PSI telah merampas ruang adat itu menjadi tahta eksklusif bagi PSI yang divisualisasikan melalui penyematan gelar adat pada Jokowi," pungkas Khozinudin.

Sumber: rmol
Foto: Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dianugerahi gelar adat Baginda Pemuka Bangsa oleh lima kerajaan adat Lampung. (Foto: Istimewa)

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5