Hotman Paris Blunder: Sebelumnya Puji Polri, Kini Persoalkan Status Tersangka Febrie
Dua video Hotman Paris Hutapea yang beredar di media sosial mengungkap
perubahan sikap tajam pengacara kondang ini soal kasus mantan Jampidsus
Febrie Adriansyah. Dari memuji habis langkah Presiden dan Polri, hingga
akhirnya balik menyalahkan Polri begitu ia resmi menjadi kuasa hukum Febrie.
Dalam video pertama yang direkam sebelum Hotman ditunjuk sebagai kuasa
hukum, ia justru memuji penggeledahan yang dilakukan Polri terhadap
aset-aset yang diduga terkait Febrie.
“Hotman Paris memberi apresiasi atas keputusan Presiden dalam kasus
Jampidsus, karena tidak mungkin operasi sebesar itu dilakukan polisi tanpa
dukungan Presiden. Dan akhirnya menghasilkan hasil besar. Selamat, selamat,
selamat. Ini belum pernah dilakukan Presiden sebelumnya,” ujarnya di video
yang beredar sebelum menjadi kuasa hukum Febrie.
Ia bahkan menyebut penggeledahan 11 hingga 12 lokasi itu sebagai bukti nyata
keseriusan Presiden Prabowo Subianto membongkar kerugian negara.
“Tanpa dukungan Pak Presiden, Presiden Prabowo, tidak mungkin polisi
melakukan pembongkaran properti Jampidsus di 11 sampai 12 lokasi. Ini butuh
kekuatan, dan menghasilkan hasil,” jelasnya.
Sikap itu berubah total begitu Hotman resmi menerima surat kuasa dari
Febrie, Jumat (17/7/2026).
Dalam konferensi pers, ia justru mempertanyakan legitimasi proses yang
sebelumnya ia puji sendiri, sambil menuding Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Prabowo tidak meminta izin Presiden sebelum menetapkan Febrie sebagai
tersangka.
“Tapi di mana logikanya, seorang bawahan Presiden justru dipertersangkakan,
mempermalukan bawahan yang lain yang adalah kebanggaan, yang mengembalikan
uang kepada negara Rp430 triliun cash, dengan cara seperti ini,” katanya.
Yang lebih tajam, Hotman melontarkan tudingan bernada konspirasi.
“Memang tujuannya sudah terkabul, akhirnya dia mundur, sudah menang,”
ujarnya.
Ia turut menegaskan tidak mengharapkan bayaran besar dari kasus ini karena
mengaku “sudah kaya raya” dan seluruh kliennya konglomerat, sekaligus
menyebut dirinya “tidak rela marwah Bapak Presiden” diseret-seret dalam
polemik ini.
Menyapa kawan2 dunia maya kecuali Hotman Paris Hutapea..
— #99 (@PartaiSocmed) July 18, 2026
Before After pic.twitter.com/PbrC6LwBHM
Perbandingan dua video ini menunjukkan pergeseran sikap yang jelas pada isu
dan rentang waktu yang nyaris tak lama.
Operasi penggeledahan dan penetapan tersangka Febrie yang sebelumnya dipuji
Hotman sebagai prestasi besar Presiden, kini justru dipersoalkan sebagai
langkah tanpa izin dan berpotensi kriminalisasi, persis setelah ia menjadi
kuasa hukum Febrie.
Hotman Paris Blunder: Sebelumnya Puji Polri, Kini Persoalkan Status Tersangka Febrie
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
