Adsterra

Breaking News

Heboh Soal "Londo Ireng", Warganet Bongkar Buyut Prabowo Justru Bekerja Untuk Belanda Saat Perang Jawa


Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai “Londo Ireng” dalam pidatonya di Harlah ke-28 PKB, Kamis (23/7/2026), berbuntut panjang di media sosial.

Alih-alih menyasar pihak lain, warganet justru ramai-ramai membongkar silsilah keluarga Prabowo sendiri, yang menurut catatan sejarah memiliki jejak sebagai “londo ireng” dalam makna harfiahnya. Sorotan tertuju pada Benjamin Sigar, leluhur Prabowo dari garis keturunan ibunya, Dora Marie Sigar.

Berdasarkan riwayat sejarah yang ditulis Petrik Matanasi di Historia.id dengan mengutip buku Sejarah dan Kebudayaan Minahasa karya Jessy Wenas, Benjamin Sigar merupakan salah satu dari tiga kapten yang membantu Mayor Tololiu Hermanus Willem Dotulong yang memimpin Serdadu Manado.

Pasukan bantuan (hulptroepen) yang dikenal sebagai Pasukan Tulungan ini, berkekuatan 1.421 orang yang direkrut pemerintah kolonial Hindia Belanda dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Pembentukan pasukan ini bermula dari permintaan Residen D.E.W. Pietermaat kepada orang Minahasa untuk membantu Belanda saat Perang Jawa atau Perang Diponegoro berkecamuk pada 1825–1830.

Pasukan Tulungan kemudian diberangkatkan ke Jawa dan terlibat dalam rangkaian operasi militer melawan pasukan Pangeran Diponegoro, hingga Historia.id menuliskan sosok Benjamin Sigar dalam artikel bertajuk “Sang Penangkap Diponegoro”.

Garis keturunan ini bersambung ke Dora Marie Sigar, ibu kandung Prabowo yang lahir di Langowan, Minahasa, pada 1919 dan menikah dengan ekonom Sumitro Djojohadikusumo pada pertengahan 1940-an.

Riwayat keluarga ini juga pernah ditulis Historia.id dalam artikel “Darah Minahasa di Tubuh Prabowo”, yang mengangkat pengakuan Prabowo sendiri soal darah Minahasa yang mengalir dalam dirinya lewat garis sang ibu.

Fakta sejarah ini kembali diangkat warganet tak lama setelah pidato Prabowo soal “Londo Ireng” viral. Salah satu yang ikut menyoroti ironi ini adalah pegiat media sosial Ferry Koto, yang menyebut pernyataan Prabowo soal jurnalis, pengamat, dan LSM justru seolah menunjuk ke arah keluarganya sendiri.

“Memang menstempel orang negatif itu tidak baik. Ibaratnya satu jari menunjuk ke orang, empat jari lain menunjuk ke diri sendiri,” tulis Ferry Koto dalam unggahannya di akun X pribadi miliknya, @ferrykoto.

Dalam unggahan yang sama, Ferry turut menyertakan tangkapan layar cuitan lama akun X resmi Prabowo Subianto (@prabowo) yang diunggah pada 22 Desember 2012.

Dalam cuitan tersebut, Prabowo sendiri menuliskan pengakuan soal leluhurnya itu.

“Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam Opa Benyamin Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm. Bunda,” tulis Prabowo dalam cuitan yang disertai foto hitam-putih dirinya di masa muda.

Ferry turut meminta pihak Istana, termasuk Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, hingga juru bicara kepresidenan untuk memberikan klarifikasi resmi atas isu silsilah keluarga Prabowo yang beredar di masyarakat.

“Silahkan BAKOM, Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, dan semua Jubir membantah untuk menjelaskan hal ini. Benar atau tidak?” tulis Ferry Koto, sembari menambahkan permintaan agar pihak-pihak yang telah dicap “Londo Ireng” oleh Prabowo mendapat permintaan maaf.

Isu ini turut memancing perdebatan di kalangan warganet, dengan sebagian menilai pernyataan Prabowo soal “Londo Ireng” kini berbalik menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, mengingat jejak sejarah keluarganya yang justru terafiliasi dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada masa Perang Jawa.

Di sisi lain, sejumlah pihak juga mengingatkan bahwa silsilah keluarga Prabowo tidak tunggal. Dari garis keturunan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, Prabowo justru mewarisi jejak tokoh pergerakan kemerdekaan, termasuk kakeknya, Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang dikenal sebagai salah satu pelopor kemerdekaan Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Istana, Bakom, maupun Prabowo sendiri terkait sorotan warganet atas silsilah keluarganya tersebut.

Heboh Soal "Londo Ireng", Warganet Bongkar Buyut Prabowo Justru Bekerja Untuk Belanda Saat Perang Jawa Heboh Soal "Londo Ireng", Warganet Bongkar Buyut Prabowo Justru Bekerja Untuk Belanda Saat Perang Jawa Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5