Gigin: Buyutnya Antek Belanda, Bapaknya Antek Amerika, Jadi Presiden Kelakuannya seperti Gubernur Jenderal Belanda
Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai londo ireng. Ia kemudian menyentil keluarga Prabowo yang disebutnya sebagai antek asing.
“Kakeknya, buyutnya antek Belanda. Bapaknya antek Amerika,” kata Gigin, dikutip dari unggahannya di X, Senin (27/7/2026).
Gigin tidak menyebut nama secara langsung. Namun belakangan, nama buyut Prabowo dari garis keturunan ibunya, Benjamin Thomas Sigar, mencuat. Buyut dari garis keturunan Dora Marie Sigar itu disebut-sebut sebagai londo ireng.
Benjamin Thomas Sigar diketahui merupakan pemimpin Pasukan Tulungan, yakni pasukan bentukan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang beranggotakan penduduk pribumi.
Pada 1829, pasukan tersebut ditugaskan untuk menumpas perlawanan rakyat Jawa, termasuk dalam operasi penangkapan Pangeran Diponegoro.
Sementara itu, ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo, merupakan ekonom terkemuka yang kerap dihubung-hubungkan dengan Amerika Serikat.
Selain menyinggung keluarga Prabowo, Gigin juga menyebut Prabowo saat ini berperilaku seperti gubernur jenderal Belanda.
“Setelah jadi presiden dia berkelakuan seperti gubernur jenderal Belanda, yang suka mengerahkan serdadu dan polisi untuk mempertontonkan kekuasaannya,” imbuhnya.
“Dia merasa terhormat karena dikelilingi londo ireng,” sambung Gigin.
Tudingan Prabowo
Pernyataan Prabowo disampaikan saat perayaan puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center, Kamis (23/7/2026).
Mulanya, Prabowo menyebut telah menginstruksikan perbaikan sekolah. Jumlahnya ditargetkan mencapai 100.000 sekolah pada 2027.
“Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih dari 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh,” kata Prabowo.
Namun, menurutnya, ada media yang kerap mencari kesalahan dengan meliput sekolah yang belum diperbaiki, padahal sekolah yang telah diperbaiki jumlahnya sudah banyak.
“Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki. Dia foto besar, taruh di halaman pertama,” ujarnya.
Meski demikian, ia enggan menyebut media yang dimaksud.
“Aduh. Dia kita-kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada saatnya akan saya sebut,” imbuhnya.
Prabowo menegaskan Indonesia merupakan negara demokrasi. Ia juga mengaku tidak antikritik.
“Kalian sudah tahu lah kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujarnya.
Namun, menurutnya, selalu ada pihak yang senang mengabdi kepada bangsa lain. Mereka itulah yang disebut sebagai londo ireng.
“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, jika dahulu londo ireng bekerja sama dengan Belanda melawan bangsa sendiri, kini mereka hadir dalam profesi seperti jurnalis, pengamat, dan LSM.
“Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, apa itu LSM,” papar Prabowo.
Ia kemudian mempertanyakan sumber pendanaan para jurnalis, pengamat, dan LSM tersebut.
“Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah. Kita tahu kan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, selama ini para jurnalis, pengamat, dan LSM tersebut terus menyebarkan narasi bahwa Indonesia akan kolaps. Namun, hingga kini hal itu tidak pernah terjadi.
“Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia kolaps. Bulan April lewat nggak kolaps, Mei lewat nggak kolaps, bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps,” ucapnya.
Sumber: fajar
Foto: Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto/Net
Gigin: Buyutnya Antek Belanda, Bapaknya Antek Amerika, Jadi Presiden Kelakuannya seperti Gubernur Jenderal Belanda
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
