Betulkah Buyut Prabowo Londo Ireng yang Ditugaskan Menumpas Pangeran Diponegoro?
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal londo ireng menggelinding. Salah
satu yang mencuat, buyut Prabowo disebut-sebut sebagai londo ireng
sesungguhnya.
Buyut Prabowo dimaksud merupakan Benjamin Thomas Sigar. Berasal dari garis
keturunan sang ibunda, Dora Marie Sigar.
Bode Grey Talumewo merupakan generasi kelima dari Benjamin Thomas Sigar.
Sosok yang pernah menjabat sebagai Kapiten Langowam.
Saat perang Jawa (1825-1830), Benjamin disebut memimpin padukan Tulungan.
Pasukan yang dibentuk kolonial Hindia Belanda yang berasal dari pribumi.
Pasukan tersebut, pada 1829 ditugaskan menumpas perlawanan rakyat Jawa.
Salah satunya Pangeran Diponegoro.
Tidak sampai di situ, keluarga Prabowo juga dikenal mengabsi pada pemerintah
Hindia Belanda dengan menduduki posisi bergendsi.
Seperti kakek Prabowo dari ibunya, Frederik Laurens Sigar. Dia pernah
menjabat Gemeenteraad Manado (1920-1922), selain itu sebagai Sekretaris
Residen Manado (1922-1924).
Narasi tersebut kini berseliweran di sejumlah media dan media sosial.
Bahkan, cuitan lawas Prabowo saat melayat ke makam Benyamin Thomas Sigar
kini kembali mencuat.
Cuitan lawas itu diunggah pada 22 Desember 2012. Melampirkan foto Prabowo
muda bersama ayah dan ibunya melayat.
“Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam opa Benyamin
Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm Bunda,” tulis Prabowo, dikutip Sabtu
(25/7/2026).
3. Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam Opa Benyamin Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm. Bunda pic.twitter.com/fTaLd2aR
— Prabowo Subianto (@prabowo) December 22, 2012
Bakom Diminta Klarifikasi
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) diminta menjawab isu yang beredar.
Apakah benar Benyamin Thomas Sigar merupakan buyut Prabowo yang
disebut-sebut londo ireng.
Hal tersebut diungkapkan Pegiat Media Sosial Ferry Koto. Dia menyebut
pernyataan Prabowo memberi stempel ke jurnalis, pengamat, dan Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) seakan menunjuk dirinya sendiri.
“Memang menstempel orang negatif itu tidak baik. Ibaratnya satu jari
menunjuk ke orang, empat jari lain menunjuk ke diri sendir,” kata Ferry
dikutip dari unggahannya di X.
Saat ini, Ferry mengatakan banyak yang menyebut buyut Prabowo lah yang
londo ireng. Jika ditilik dari sejarah.
“Soal "Londo Ireng" ini sekarang malah ramai warganet membongkar silsilah
keluarga Pak @prabowo yang justru diduga adalah "Londo Ireng" dalam arti
bekerja membantu penjajah, dibanding membela nusantara yang dijajah,”
ucapnya.
Dia pun meminta Bakom menjawab isu yang beredar.
“Silahkan BAKOM, Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, dan
semua Jubir membantah untuk menjelaskan hal ini. Benar atau tidak?” ujarnya.
“Setelahnya minta maaf lah ke pihak yang sudah dituduh "Londo Ireng",”
sambungnya.
Tudingan Prabowo
Pernyataan Prabowo disampaikan saat perayaan puncak hari lahir ke-28 Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center, Kamis
(23/7/2026).
Mulanya, Prabowo menyebut telah menginstruksikan perbaikan sekolah.
Jumlahnya mencapai 100.000 di tahun 2027.
“Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih 100.000 sekolah yang sekian belas
tahun tidak disentuh,” kata Prabowo.
Tapi menurutnya, ada media yang kerap mencari kesalahan. Meliput sekolah
yang tak diperbaiki, padahal yang sudah diperbaiki sudah banyak.
“Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari
sekolah yang belum dipeebaiki. Dia foto besar, taruh di halaman pertama,”
ujarnya.
Meski begitu, dia enggan membeberkan media dimaksud.
“Aduh. Dia kita kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada
saatnya akan saya sebut,” imbuhnya.
Dia menegaskan, Indonesia negara demokrasi. Prabowo sendiri mengaku tak anti
kritik.
“Kalian sudah tahu lah kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi
kita bukan anak kecil,” ujarnya.
Tapi menurutnya, selalu ada pihak yang senang berbakti pada bangsa lain. Itu
la yang dia sebut sebagai londo ireng.
“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti
kepada bangsa lain Itu yang dulu kita sebut londo ireng ya,” ungkapnya.
Jika dulu londo ireng bersama Belanda melawan bangsa sendiri. Sekarang sudah
berbeda, kini dalam wujud profesi seperti jurnalis, pengamat, dan LSM.
“Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih
ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu
pengamat, apa itu LSM,” papar Prabowo.
Dia menanyakan dari mana pendapatan para jurnalis, pengamat, dan LSM
tersebut.
“Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu
siapa? Cari pekerjaan susah. Kita tahu kan,” ujarnya.
Selama ini, para jurnalis, pengamat, dan LSM tersebut, selalu menyiarkan
narasi Indonesia bakal kolaps. Tapi sampai saat ini tak pernah terjadi.
“Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besa untuk kita goyah.
Indonesia kolaps. Bulan April lewat nggak kolaps, Mei lewat nggak kolaps,
bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps,” ucapnya.
Sumber:
fajar
Foto:
Betulkah Buyut Prabowo Londo Ireng yang Ditugaskan Menumpas Pangeran Diponegoro?
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
