ASN BPK usai Terjaring OTT KPK: Saya Nggak Terima Uang, Ini Nggak Adil
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Titin Rita Lestari usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Titin merasa penangkapan dirinya tidak adil karena ia tak menerima uang.
"Saya nggak terima uang ya, ini nggak adil, saya cuma pelaksana," kata Titin di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Kamis (11/6/2026).
Ia kemudian dicecar terkait siapa pihak yang menerima aliran uang haram hingga terjadi OTT KPK. Namun, ia tidak menjawab secara gamblang.
"Pimpinan saya berjenjang," ujarnya.
Sementara itu, Titin menjadi tahanan KPK bersama Augus Dwianggara selaku pihak swasta. Keduanya terlihat mengenakan rompi oranye sebagai tahanan KPK seusai pemeriksaan setelah terjaring OTT.
Dengan pengawalan petugas, keduanya digiring menuju mobil tahanan untuk dibawa ke rumah tahanan (rutan).
Sebagai informasi, OTT ini merupakan kelanjutan dari operasi senyap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison dkk.
"KPK kembali melakukan tangkap tangan lanjutan dari perkara tersebut di mana untuk tangkap tangan kali ini berkaitan dengan dugaan pemberian suap dari Pemkab Muara Enim Sumatera Selatan kepada pihak-pihak di Badan Pemeriksa Keuangan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo pada Rabu (10/6/2026).
Sumber: inews
Foto: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Titin Rita Lestari. (Foto: iNews.id)
ASN BPK usai Terjaring OTT KPK: Saya Nggak Terima Uang, Ini Nggak Adil
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
