Usai Warung Madura Dirusak, Pemilik Ngaku Dibawa ke Asrama Lalu Alami Kekerasan dari 10 Orang
Sebuah video lanjutan dari kasus pengerusakan warung Madura 24 jam 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali viral di media sosial.
Pemilik warung mengaku dijemput paksa dari lokasi warungnya dan dibawa ke asrama lalu dipukuli di sana, dimana pelaku lebih dari 10 orang.
Video pengakuan dari pemilik warung Madura ini viral di media sosial diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08, Rabu (6/5/2026).
Dalam narasinya, akun ini menyampaikan update kasus cekcok helm putih dan pemilik warung madura di Kemayoran Jakarta Pusat.
“Usai cekcok dan tejadi baku pukul dengan helm putih, pemilik warung Madura mengaku dibawa ke asrama oleh beberapa orang dan alami kekerasan,” katanya dalam narasi itu.
“Diduga rekan-rekannya tak terima karena helm putih terkena luka tusuk saat berkelahi,” ujar akun ini lagi.
Dari keterangan video, pemilik warung ini mengalami luka bagian wajah akibat kekerasan dan mengalami trauma.
“Pihak perwakilan Ormas Madura sudah mendatangi keberadaan korban dan segera menindaklanjuti kasus ini,” jelas akun @majeliskopi08.
Sementara itu, dari rekaman video yang diunggah akun ini, istri pemilik warung menyebut aparat desa atau kelurahan saat kejadian di warungnya, sudah ada di lokasi dan meminta kepada oknum-oknum TNI agar tak membawa pemilik warung ke asrama.
“Di sana sudah ada kayak RT, RW, kayak pengaman desa sudah ada semua mau melerai agar jangan dibawa, tetap aja dibawa,” kata istri korban.
“Karena tidak ada yang kuat sama sekali orang buat nahan. Di asrama dia ramai-ramai pak. Dikeroyoklah sama teman-teman anggota yang lainnya,” ujar istri korban lagi dalam rekaman video itu.
Korban sendiri terlihat tergeletak di atas tempat tidurnya tanpa baju. Sementara perwakilan Ormas Madura terlihat meminta keterangan kepada korban.
“Awal yang di warung saling pukul samaku,” kata pemilik warung.
Lalu pemilik warung mengaku dikeroyok ketika berada di asrama.
“Gara-gara dia gak terima karena temannya ditusuk sama saya,” kata pemilik warung ini lagi sambil tergeletak di atas kasur.
Kadispen TNI AD Beri Penjelasan
Diketahui, lebih dari 10 anggota TNI AD disebut ikut mengacak-acak toko kelontong 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu sore (3/5/2026).
Para anggota TNI terlibat ke lokasi setelah salah satu rekannya pulang dari lokasi warung menuju markas yang tak jauh dari lokasi.
Anggota TNI diduga menyampaikan apa yang dia alami di toko atau warung 24 jam tersebut dimana anggota TNI cekcok dengan dua orang penjaga toko Adi Jaya karena persoalan biaya admin QRIS.
"Penjaga toko disuruh keluar, dipukuli. Dia luka-luka di muka, kaki dan badan yang saya lihat," ujar Maya, salah satu warga setempat, Selasa (5/5).
Sementara itu, Kadispen TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan adanya peristiwa keributan antara prajurit TNI AD dan warga sipil di Kemayoran tersebut.
Donny turut menjelaskan pemicu awal terjadinya keributan ditengarai proses transaksi belanja hingga akhirnya prajurit TNI AD bernama Sertu AW mengalami luka tusuk.
"Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok,” kata Donny dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran.
Donny menjelaskan, terkait kerusakan warung yang terjadi setelahnya, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah memanas.
Namun dia memastikan seluruh peristiwa ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap," jelas Donny.
"TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran," katanya lagi.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Postingan viral pemilik warung Madura mengaku alami kekerasan di asrama usai dibawa paksa. (tangkapan layar)
Usai Warung Madura Dirusak, Pemilik Ngaku Dibawa ke Asrama Lalu Alami Kekerasan dari 10 Orang
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
