Adsterra

Breaking News

Trump Buka Kotak Pandora, Pentagon Rilis 162 Dokumen Rahasia UFO


Pentagon mulai merilis dokumen-dokumen baru terkait UFO dan menyatakan masyarakat bebas menarik kesimpulan mereka sendiri mengenai “fenomena anomali tak dikenal” atau unidentified anomalous phenomena (UAP). Salah satu dokumen memuat laporan seorang pilot drone yang mengaku melihat objek bercahaya terang di langit sebelum tiba-tiba menghilang.

Dalam unggahan di platform X pada Jumat, Pentagon menyebut pemerintahan-pemerintahan sebelumnya cenderung berusaha mendiskreditkan atau meredam rasa ingin tahu publik terkait UFO. Namun Presiden Donald Trump, menurut Pentagon, kini memilih pendekatan keterbukaan penuh kepada masyarakat.

“Presiden Trump fokus memberikan transparansi maksimum kepada publik, yang pada akhirnya dapat menilai sendiri informasi dalam dokumen-dokumen ini,” tulis Pentagon. Mereka juga menyatakan dokumen tambahan akan dirilis secara bertahap, sebagaimana diberitakan sejumlah kantor berita di Amerika dan Rusia.

Selain Pentagon, proyek keterbukaan dokumen UFO ini juga melibatkan Gedung Putih, Direktur Intelijen Nasional, Departemen Energi AS, NASA, dan FBI.

Situs baru yang memuat dokumen-dokumen UAP itu memiliki tampilan bergaya retro, lengkap dengan gambar hitam-putih objek terbang misterius dan tulisan bergaya mesin ketik lawas. Dalam rilis tahap pertama, terdapat 162 dokumen yang mencakup kabel diplomatik lama Departemen Luar Negeri AS, dokumen FBI, hingga transkrip misi luar angkasa NASA.

Salah satu dokumen mengungkap wawancara FBI dengan seseorang yang diidentifikasi sebagai pilot drone. Dalam laporan pada September 2023 itu, sang pilot mengaku melihat “objek linear” dengan cahaya sangat terang hingga ia dapat melihat “garis-garis di dalam cahaya tersebut” di langit.

“Objek itu terlihat selama lima hingga sepuluh detik, lalu cahayanya padam dan benda tersebut menghilang,” demikian isi wawancara FBI tersebut.

Dokumen lain berupa foto NASA dari misi Apollo 17 tahun 1972 yang memperlihatkan tiga titik membentuk formasi segitiga. Pentagon menyatakan belum ada kesepakatan mengenai sifat anomali tersebut, tetapi analisis awal terbaru menunjukkan kemungkinan bahwa objek itu merupakan “benda fisik”.

Trump sendiri telah memberi sinyal soal pengumuman ini sejak Februari lalu. Sebelumnya, ia juga pernah merilis dokumen terkait pembunuhan Presiden John F Kennedy, Senator Robert F Kennedy, dan Martin Luther King Jr, meski sebagian besar tidak mengungkap banyak hal baru.

Pentagon sebenarnya sudah bertahun-tahun berupaya membuka dokumen terkait UFO. Kongres AS bahkan membentuk kantor khusus pada 2022 untuk membantu proses deklasifikasi dokumen tersebut. Dalam laporan perdana tahun 2024, kantor itu mengungkap ratusan insiden baru UAP, tetapi tidak menemukan bukti bahwa pemerintah AS pernah memastikan keberadaan teknologi alien.

Kongres memerintahkan Pentagon membuka arsip puluhan tahun mengenai penampakan UFO sejak 2022, setelah sejumlah personel militer membagikan pengalaman mereka melihat pesawat misterius yang tidak dapat dijelaskan.

Sejumlah anggota Partai Republik di Kongres juga terus mendesak keterbukaan lebih jauh. Mereka menuduh Pentagon masih menahan sejumlah dokumen penting. Dalam surat pada Maret lalu, anggota DPR AS Anna Paulina Luna meminta 46 video UAP yang disebut-sebut oleh para pelapor internal (whistleblower). Pada Jumat, Luna mengatakan video-video tersebut kemungkinan akan dirilis dalam tahap berikutnya.

Anggota DPR lainnya, Tim Burchett, memuji Trump karena dianggap “menepati janjinya” terkait transparansi dan keterbukaan informasi.

Meski demikian, para ahli meminta publik tetap berhati-hati dalam menafsirkan dokumen baru tersebut. Mereka mengingatkan bahwa video atau laporan UAP sering kali disalahartikan oleh orang-orang yang tidak memahami teknologi militer canggih.

Laporan Pentagon tahun 2024 sendiri membantah klaim bahwa pemerintah AS pernah menemukan teknologi alien atau memiliki bukti keberadaan kehidupan luar angkasa.

Baru Sekarang

Selama puluhan tahun, isu UFO hidup di wilayah abu-abu antara teori konspirasi, laporan militer rahasia, dan rasa penasaran publik yang tidak pernah benar-benar padam. Pemerintah Amerika Serikat berkali-kali dituduh menutup-nutupi informasi mengenai objek terbang misterius yang tidak dapat dijelaskan. Pentagon sendiri lama memilih pendekatan defensif: membatasi akses dokumen, meremehkan laporan saksi, atau membingkai isu UFO sebagai kesalahan pengamatan biasa.

Istilah UFO sebelumnya dikenal sebagai Unidentified Flying Object, yakni objek terbang yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS mulai menggunakan istilah baru, Unidentified Anomalous Phenomena (UAP), untuk menggambarkan berbagai fenomena udara, laut, atau ruang angkasa yang belum dapat dijelaskan secara pasti oleh teknologi yang dikenal publik.

Selama era Perang Dingin, banyak laporan UFO diyakini sengaja dikubur karena berkaitan dengan proyek militer rahasia Amerika. Pemerintah AS khawatir kepanikan publik, spekulasi tentang alien, atau bocornya teknologi strategis dapat mengganggu keamanan nasional. Proyek-proyek seperti Blue Book, Area 51, hingga berbagai dokumen CIA dan Pentagon selama puluhan tahun memperkuat keyakinan publik bahwa Washington mengetahui jauh lebih banyak daripada yang mereka akui secara resmi.

Namun informasi mengenai UFO tidak pernah benar-benar hilang. Dari pilot tempur, operator radar, mantan personel intelijen, hingga pejabat militer, cerita tentang objek misterius terus beredar secara diam-diam selama puluhan tahun. Sebagian bocor melalui dokumen internal, sebagian lagi muncul melalui wawancara, forum investigatif, dan media alternatif. Internet kemudian mempercepat penyebaran cerita-cerita tersebut hingga membentuk tekanan publik yang semakin sulit dikendalikan.

Perubahan besar mulai terjadi ketika sejumlah video militer AS bocor ke publik pada akhir dekade 2010-an. Rekaman dari pilot Angkatan Laut Amerika memperlihatkan objek yang bergerak dengan pola ekstrem dan sulit dijelaskan teknologi penerbangan konvensional. Video-video itu memicu gelombang baru perhatian global terhadap UFO dan membuat Pentagon untuk pertama kalinya mengakui keberadaan laporan UAP secara resmi.

Di tengah situasi itu, era Donald Trump menjadi momentum politik baru bagi tuntutan transparansi. Trump membangun citra sebagai presiden yang menantang “deep state” dan birokrasi intelijen tradisional Washington. Setelah membuka sejumlah arsip sensitif terkait pembunuhan John F Kennedy dan Martin Luther King Jr, tekanan publik agar pemerintah juga membuka dokumen UFO semakin besar.

Kongres AS pun mulai terlibat lebih aktif. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik menuduh Pentagon terlalu lama menyembunyikan informasi penting dari publik. Mereka mendesak deklasifikasi video, laporan radar, hingga kesaksian personel militer yang selama bertahun-tahun diklasifikasikan sebagai rahasia negara.

Namun pembukaan dokumen ini tidak hanya berkaitan dengan rasa ingin tahu publik soal alien atau kehidupan luar angkasa. Banyak analis menilai isu UFO kini juga bersinggungan dengan perang teknologi dan persaingan geopolitik global. Kemunculan objek udara misterius bisa berkaitan dengan drone generasi baru, sistem hipersonik, teknologi pengintaian canggih, atau proyek militer rahasia dari rival Amerika seperti China dan Rusia.

Karena itu, keterbukaan Pentagon hari ini bukan sekadar soal membongkar misteri lama. Ia juga mencerminkan perubahan besar dalam cara negara mengelola informasi rahasia di era digital. Di zaman ketika kebocoran data dapat menyebar dalam hitungan detik dan publik menuntut transparansi lebih besar, menjaga seluruh misteri tetap terkunci rapat menjadi semakin sulit dilakukan.

Sumber: republika
Foto: Sekelompok ilmuwan mengonfirmasi bahwa objek aneh yang ada di dalam foto tersebut memang benar merupakan UFO/Foto: Daily Mail

Trump Buka Kotak Pandora, Pentagon Rilis 162 Dokumen Rahasia UFO Trump Buka Kotak Pandora, Pentagon Rilis 162 Dokumen Rahasia UFO Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5