TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi di Ternate, YLBHI: Tugas Aparat Bukan Penentu Selera Atas Seni
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengkritisi campur tangan TNI yang membubarkan aksi nonton bareng (nobar) film bertajuk 'Pesta Babi' di Kota Ternate pada Jumat (8/5/2026) malam lalu.
Ketua YLBHI Muhammad Isnur menilai aparat keamanan dalam hal ini Kodim 1501/Ternate tak memiliki kewenangan untuk menentukan apa yang boleh atau tidak boleh ditonton oleh masyarakat.
"Tugas aparat adalah memastikan keamanan dan ketertiban bukan jadi penentu selera, moral, maupun tafsir atas sebuah seni," kata Isnur kepada Tribunnews.com, Minggu (10/5/2026).
Selain itu menurut Isnur, ketika aparat mulai masuk terlalu jauh ke dalam wilayah ekspresi budaya dan kebebasan berpikir warga, maka akan terjadi penyempitan ruang demokrasi dan meningkatnya ketakutan untuk berekspresi.
Meski begitu dikatakan Isnur, sebuah karya seni tidak semua harus disukai atau disetujui oleh semua orang lantaran menurutnya hal itu pada dasarnya merupakan sarana untuk menyampaikan gagasan maupun kritik.
"Dalam masyarakat demokratis, perbedaan pandangan terhadap sebuah karya seharusnya dijawab melalui diskusi, kritik atau pilihan untuk tidak menonton, bukan melalui pelarangan dan intimidasi," jelasnya.
Isnur menilai bahwa jika pelarangan nobar seperti pemutaran film 'Pesta Babi' ini dilakukan pembiaran, maka hanya akan memperkuat praktik intoleransi dan membuka ruang bagi tindakan sewenang-wenang terhadap kebebasan warga negara.
Terlebih menurutnya, pelarangan dan pembubaran nobar Pesta Babi yang dilakukan TNI ini tidak sesuai UU TNI karena telah masuk kepada urusan sipil dan melanggar UU TNI itu sendiri.
Oleh karenanya, YLBHI pun mendesak kepada semua pihak khususnya aparat keamanan dan pemerintah untuk menghormati kebebasan berekspresi dan menghentikan segala bentuk intervensi terhadap pemutaran karya seni dan budaya.
"Demokrasi yang sehat tidak dibangun dengan pelarangan, melainkan dengan keberanian untuk membuka ruang dialog, perbedaan pendapat dan kebebasan berpikir," jelasnya.
Kronologi Nobar Film 'Pesta Babi' di Ternate Dibubarkan TNI
Nonton bareng atau nobar disertai diskusi film dokumenter berjudul 'Pesta Babi' yang diadakan di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, dibubarkan aparat TNI pada Jumat (8/5/2026) malam.
Upaya pembubaran disebut sudah dimulai sejak panitia melakukan persiapan sekitar pukul 19.30 WIT.
Sejumlah anggota Babinsa dan intelijen TNI mendatangi lokasi kegiatan sambil mendokumentasikan seluruh aktivitas persiapan nobar.
Sekitar pukul 21.00 WIT, aparat TNI dari Kodim 1501/Ternate kembali mendatangi lokasi dan meminta panitia menghentikan kegiatan pemutaran film.
Meski demikian, panitia tetap berupaya melanjutkan agenda yang telah direncanakan.
Film dokumenter karya watchdoc itu akhirnya diputar sekitar pukul 21.30 WIT dan dihadiri jurnalis, aktivis lingkungan, anggota AJI Ternate, serta SIEJ.
Tidak lama setelah pemutaran berlangsung, Dandim 1501 Ternate, Jani Setiadi bersama sejumlah personel TNI kembali mendatangi lokasi dan meminta pemutaran dihentikan.
Kegiatan ini diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Maluku Utara.
Penjelasan TNI
Dandim 1501 Ternate Letkol Inf Jani Setiadi mengatakan pihaknya memonitor kegiatan tersebut setelah melihat banyak penolakan di media sosial terhadap pemutaran film tersebut.
"Kami memonitor kegiatan ini, kemudian keberadaan kegiatan ini, kami melihat di media sosial, banyaknya penolakan akan kegiatan film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif. Dari judulnya," kata Jani dikutip dari Tribun Ternate.
Ia menegaskan penilaian tersebut bukan pendapat pribadinya, melainkan berdasarkan respons masyarakat di media sosial.
"Ini bukan pendapat pribadi saya, tapi jika tidak percaya, akan saya tunjukkan, banyak yang sifat provokatif, menurut masyarakat menurut di media sosial," ujarnya.
Menurutnya, langkah penghentian pemutaran film dilakukan karena kondisi Maluku Utara dinilai sensitif terhadap isu SARA.
"Kemudian kami mengharapkan karena saat ini Maluku Utara sangat sensitif saat ini dengan kondisi SARA, jadi saya minta kegiatan ini silakan dilanjutkan dengan diskusi, seperti yang tadi disampaikan akan berdiskusi tentang pelestarian lingkungan hidup, itu hal yang positif silakan dilanjutkan, kemudian untuk kegiatan (pemutaran film) saya minta tolong dihentikan agar tidak dijadikan bahan dipolitisir kemudian hari," katanya.
Ia juga mengatakan kemungkinan dampak dari pemutaran film tersebut bisa muncul beberapa hari kemudian.
"Mungkin saat ini tidak. Mungkin. Tetapi nanti dua tiga hari kemudian, pentingnya mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas, kondisi yang ada di Maluku Utara, khususnya di Ternate," ujarnya.
Jani turut mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
"Mari kita bersama-sama, kita saling bekerja sama, mari kita saling menghargai, kami selaku aparat punya tanggung jawab dalam rangka menjaga keamanan, maupun kondusif wilayah yang menjadi tanggung jawab kami," tandasnya.
Sumber: tribunnews
Foto: TNI BUBARKAN NOBAR - Aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng dan diskusi film dokumenter 'Pesta Babi' di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026) malam. Ketua YLBHI Muhammad Isnur menilai aparat keamanan dalam hal ini Kodim 1501/Ternate tak memiliki kewenangan untuk menentukan apa yang boleh atau tidak boleh ditonton oleh masyarakat/TribunMedan.com/Ist
TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi di Ternate, YLBHI: Tugas Aparat Bukan Penentu Selera Atas Seni
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
