Adsterra

Breaking News

Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!


Pernyataan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kembali memantik kontroversi panas. Kali ini, tudingan miringnya yang menyebut Sumatera Barat (Sumbar) sebagai wilayah intoleran dan "barbar" berbuntut panjang.

Ikatan Keluarga Minang (IKM) merespons keras tuduhan tersebut. Mereka menilai ucapan Abu Janda sebagai kekeliruan besar yang menyesatkan dan siap menyeret kasus ini ke jalur hukum. Saat ini IKM tengah siapkan langkah hukum ke Mabes Polri. 

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) Braditi Moulevey Rajo Mudo menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Tim hukum IKM kini tengah mengkaji serius video pernyataan tersebut untuk membuat laporan resmi.

"Memang terkait rencana untuk melaporkan Abu Janda ke pihak berwajib itu lagi dikaji di Departemen Hukum sore ini karena baru rapat," ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (25/5).

Jika hasil rapat memutuskan untuk menempuh jalur hukum, laporan akan segera dilayangkan ke Mabes Polri.

"Dan jika nanti akan mengambil langkah hukum, insyaallah besok kita akan bikin laporan ke Mabes Polri," katanya.

Bantah Tudingan Kristen Fobia dan Intoleran

Tokoh perantau Minang yang akrab disapa Levi ini menyayangkan pernyataan Abu Janda yang dinilai tidak bijak. Menurutnya, menuduh masyarakat Sumbar anti-Kristen adalah sebuah kesalahan fatal yang tidak berdasar.

"Saya fikir apa yang ia sampaikan tidak bijak dan kurang pantas, menyebut bahwa Sumbar itu kristen fobia atau tidak memiliki toleransi untuk umat non-muslim adalah sebuah kekeliruan besar," kata Levi.

Levi yang lahir dan besar di Padang bersaksi bahwa budaya toleransi di Ranah Minang sudah tumbuh sejak lama dan sangat kuat. Menilai sebuah daerah secara sepihak tanpa riset mendalam hanya akan memicu stigma negatif.

"Saya lahir dan besar di Padang. Saya sangat meyakini bahwa masyarakat kita memiliki budaya toleransi yang kuat," katanya.

Ingatkan Sejarah Tokoh Bangsa Asal Minang

Meluruskan cap intoleran tersebut, Levi mengingatkan kembali sejarah berdirinya Indonesia. Banyak tokoh besar asal Minangkabau yang justru menjadi pilar penjaga keberagaman dan dasar negara.

Ia menyebut deretan nama besar seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Sjafruddin Prawiranegara, Tan Malaka, Agus Salim, hingga Mohammad Natsir. Bung Hatta sendiri punya peran krusial dalam perubahan sila pertama Pancasila demi persatuan bangsa.

Tak hanya itu, ulama Minang Syeikh Abbas Abdullah dari Padang Japang juga yang menyarankan Bung Karno agar dasar negara Indonesia berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Fakta sejarah ini menjadi bukti otentik bahwa semangat kebangsaan masyarakat Minang tidak perlu diragukan lagi.

"Jadi jangan langsung mengecap Sumbar itu intoleran, begitu juga dengan sejumlah daerah lain yang dia sebutkan, saya rasa itu tidak elok dan tak arif untuk disampaikan, di samping juga bisa menimbulkan perpecahan antar umat beragama," tegasnya.

Kumpulkan Bukti Konkret, Warga Minang Diminta Menahan Diri

Guna mengawal kasus ini secara serius, DPP IKM terus bergerak mengumpulkan bukti-bukti ucapan kontroversial Permadi Arya di ruang publik tersebut.

"Menyikapi pernyataan dari Permadi Arya alias Abu Janda, DPP IKM melalui Tim Hukum tengah mempelajari pernyataan Abu Janda dan mengumpulkan bukti-bukti konkret dan mempertimbangkan mengambil langkah hukum," katanya.

Levi mengkhawatirkan tuduhan tak berdasar ini dapat memicu gesekan sosial yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

"Pernyataan itu bisa menimbulkan gaduh dan gesekan antar umat beragama. Saya bisa pastikan dan tegaskan, sebagai seorang yang murni lahir dan besar di Padang, pernyataan Abu Janda soal Sumbar itu intoleran adalah menyesatkan dan tak bisa dipercaya, justru sebaliknya kami sangat menerima siapapun yang datang ke provinsi ini tanpa melihat latar belakang dan agama yang dianut," ucapnya.

DPP IKM mengimbau seluruh masyarakat Minang untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan mempercayakan penyelesaian masalah ini lewat koridor hukum.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Minang dimanapun berada agar bisa menahan diri dan tidak terpancing anarkis. Kita akan ambil mengambil langkah hukum," tutur Levi.

Duduk Perkara Pernyataan Kontroversial Abu Janda

Polemik ini bermula dari pernyataan Abu Janda dalam sebuah forum yang menyoroti kasus intoleransi di Indonesia. Ia menyebut wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Sumbar, memiliki sentimen anti-Kristen yang tinggi.

"Tiga tahun terakhir ini bapak-bapak, ibu-ibu, kristen fobia itu atau sentimen anti kristen-lah itu lumayan parah di negara kita, tidak di semua wilayah, wilayah tengah dan timur lumayan kondusif, banyak kasus intoleransi itu terjadi di Waktu Indonesia Bagian Barat atau di WIB, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara sama yang paling ujung saya tidak usah sebut namanya lah," kata Abu Janda.

Pernyataan tersebut semakin memanas ketika ia menyindir karakter masyarakat di wilayah Jawa Barat dan Sumatera Barat dengan pilihan kata yang dinilai sangat provokatif.

"Nah itu (kasus intoleran) yang satu di Jabar satu lagi di Sumbar, saya gak tahu nih yang ada barbar-nya ini. Saya juga aneh gitu yang ada barbar-nya kok banyak yang barbar gitu," ucapnya.

Sumber: jawapos
Foto: Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berjalan keluar usai diperiksa penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok! Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok! Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5