Adsterra

Breaking News

Pistol di Pinggang Direbut Maling, Ini Kronologi Lain Tewasnya Brigadir Arya Supena di Lampung


Brigadir Arya Supena (34) anggota Intel Polda Lampung tewas ditembak maling di parkiran toko roti di Jalan ZA Pagar Alam Kedaton Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Dari kronologi yang beredar dan juga rekaman CCTV, satu versi menyebut maling ini satu orang dan berhasil merebut senpi di pinggang Brigadir Arya dan menembak yang bersangkutan.

Sementara versi resmi polisi, Brigadir Arya Supena tewas ditembak maling kedua ketika Brigadir Arya masih bergelut atau berkelahi dengan maling pertama.

Dalam rekaman CCTV yang diunggah akun @majeliskopi08, terlihat kronologi kejadian mulai awal hingga maling melarikan diri. Hanya satu maling yang terlihat dalam rekaman.

Pada saat Brigadir Arya tiba di TKP, dia terlihat menyarungkan pistol miliknya ke pinggang. Lalu terjadi pergulatan dengan maling itu saat berusaha ditangkap.

“Aksinya dipergoki korban yang datang 1 menit kemudian, lalu korban menegur pelaku hingga terlibat pergulatan,” kata akun Instagram @majeliskopi08 seperti dilihat Minggu (10/5).

“Saat terjadi pergulatan, diduga pelaku merebut senjata api milik korban, dan melakukan penembakan. (dalam rekaman CCTV tertutup banner toko),” tulis akun ini lagi.

Pelaku lalu melarikan diri, dan sempat mengambil senjata api yang terjatuh.

“Seorang petugas kebersihan hendak mengejar pelaku namun ketakutan karena pelaku menodongkan senjata api,” kata akun ini lagi.

Kronologi versi Polisi

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan Brigadir Arya melihat pelaku hendak mencuri motor di parkiran toko roti.

"Hasil olah TKP awal dan keterangan saksi bahwa pelaku ini dipergoki oleh Brigadir Arya saat akan melakukan pencurian motor, kala itu Brigadir Arya melintas di lokasi kejadian," katanya, Sabtu (9/5/2026).

Brigadir Arya menegur pelaku dan sempat berantam dengan salah satu pelaku. Lalu pelaku yang lain di sekitar itu langsung menembak Brigadir Arya.

"Pelaku dikatakan dua orang. Usai dipergoki saat mencuri salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan langsung melepaskan tembakan ke arah korban," jelasnya.

Melihat Brigadir Arya terjatuh, kedua pelaku langsung melarikan diri.

"Mereka langsung pergi, tim saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku," ujarnya.

Yuni menambahkan, Brigadir Arya meninggal setelah mengalami luka di kepala.

"Hasil pemeriksaan almarhum ditembak di mana mengenai bagian kepalanya," jelasnya.

Senpi Dibawa Kabur

Dua pelaku pencuri motor di Bandar Lampung menembak mati Brigadir Arya Supena anggota Intel Polda Lampung. Pelaku disebut membawa kabur senjata api milik Brigadir Arya.

"Sedang kita lakukan penyelidikan (hilangnya senjata api Arya). Ini lagi kita pastikan, apakah itu senjata milik anggota atau senjata milik pelaku. Yang pasti, pelaku juga membawa senjata api," kata Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Sabtu (9/5/2026).

Helfi menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap para pelaku. Saat ini tim gabungan tengah bekerja memburu keduanya.***

Sumber: pojoksatu
Foto: Rekaman CCTV Brigadir Arya Supena memergoki maling dan bergelut dengan maling tersebut. (tangkapan layar instagram)

Pistol di Pinggang Direbut Maling, Ini Kronologi Lain Tewasnya Brigadir Arya Supena di Lampung Pistol di Pinggang Direbut Maling, Ini Kronologi Lain Tewasnya Brigadir Arya Supena di Lampung Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5