Adsterra

Breaking News

Peringatan 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin


Puluhan pemuda yang tergabung dalam Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, di depan Istana Presiden, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2026. Aksi ini dilakukan untuk memperingati 40 hari sejak terjadinya teror penyiraman air keras terhadap Andrie.

Dalam orasinya, Koordinator SPPI Agnes Emil mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menilai, dugaan keterlibatan oknum Badan Intelijen Strategis (BAIS) dalam kasus tersebut menjadi ancaman serius bagi supremasi sipil dan demokrasi.

“Aksi teror ini jelas sangat mengancam prinsip supremasi sipil di negara demokrasi kita ini. Lebih bahayanya lagi, teror ini bisa jadi ancaman terhadap delegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo. Maka itu kami mendesak Presiden Prabowo segera evaluasi Sjafrie Sjamsoeddin dari Menteri Pertahanan,” ujar Agnes Emil dalam orasinya.

Agnes juga menyoroti belum adanya pernyataan resmi maupun permintaan maaf dari Sjafrie Sjamsoeddin sejak peristiwa tersebut terjadi. Ia menilai hal itu menjadi sorotan, mengingat para pelaku diduga berasal dari oknum satuan BAIS yang memiliki keterkaitan dengan Kementerian Pertahanan dalam koordinasi strategis.

“Aksi kami mendesak agar Sjafrie Sjamsoeddin meminta maaf secara terbuka kepada publik atas aksi teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Sebab, satuan BAIS merupakan bagian dari pertahanan negara yang hari ini diduga jadi alat untuk meneror masyarakat sipil,” katanya.

Orator lain, Anang, menyampaikan bahwa kasus ini juga memicu kemarahan berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo yang disebut mengutuk tindakan tersebut sebagai aksi terorisme dan meminta pengusutan hingga tuntas.

“Presiden Prabowo juga geram dan meminta agar kasus ini diusut sampai dengan aktor yang mendesain hal ini. Anehnya, Sjafrie Sjamsoeddin tidak sedikitpun bersuara soal aksi teror ini. Padahal BAIS bagian dari perangkat pertahanan negara,” ujar Anang.

Lebih lanjut, Agnes mengajak masyarakat sipil dan aktivis untuk turut menyuarakan isu ini. Ia menilai, motif teror tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan pribadi semata, melainkan berpotensi menjadi ancaman yang lebih luas.

“Kami mengajak kawan-kawan semua untuk bersama suarakan hal ini. Teror ini bukan hanya individu Andrie Yunus. Ini ancaman serius bagi supremasi sipil. Bisa jadi, esok lusa kita bisa di Andrie Yunus kan juga,” kata Agnes Emil.

Dalam aksi tersebut, SPPI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto, di antaranya:
  1. Mendesak Presiden untuk mengevaluasi Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
  2. Mendesak Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
  3. Mengajak masyarakat sipil dan aktivis untuk bersama menjaga demokrasi dan supremasi sipil.
  4. Menyuarakan kewaspadaan terhadap potensi teror serupa di masa mendatang.***
Sumber: konteks
Foto: Massa Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus/Net

Peringatan 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Peringatan 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar