Adsterra

Breaking News

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Gegerkan Garut, Pimpinan Ponpes Nyaris Diamuk Massa


Kasus dugaan pencabulan santriwati di sebuah pondok pesantren kembali terjadi.

Setelah beberapa waktu lalu di Pati, Jawa Tengah, kali ini giliran Garut, Jawa Barat yang digegerkan oleh kasus asusila tersebut hingga memicu amarah warga.

Seorang pimpinan Ponpes Nurul Mukmin di wilayah Samarang, Garut, berinisial AN (45) berhasil diamankan polisi pada Sabtu, 16 Mei 2026 malam, setelah kasus pelecehan seksual terhadap santriwati mencuat ke publik dan viral di media sosial.

Terduga pelaku dievakuasi aparat menggunakan mobil polisi dari kediamannya di Kampung Boboko, Kecamatan Samarang.

Polisi turun tangan setelah menerima laporan adanya kerumunan warga yang mendatangi rumah AN karena geram terhadap dugaan kasus tersebut.

Massa Sempat Datangi Rumah Terduga Pelaku

Video proses pengamanan AN beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun TikTok @yuyusys2.

Dalam rekaman itu, warga terlihat berkerumun sambil meneriaki terduga pelaku saat digiring petugas menuju kendaraan polisi.

AN tampak mengenakan sarung putih dan jaket hitam saat keluar dari rumah dengan pengawalan ketat aparat. Warga yang emosi terdengar melontarkan makian kepada terduga pelaku.

“Astaghfirullah, kenapa begitu benar-benar bia**b,” ujar salah satu warga.

Kapolsek Samarang, AKP Hilman, membenarkan pihaknya mengamankan AN guna menghindari aksi massa yang lebih besar.

“Terduga (pelaku) kami amankan ke Polres Garut, rumahnya masih diamankan agar tidak ada perusakan,” ucap Hilman.

Korban Diduga Alami Kekerasan Setahun

Kasus ini terungkap setelah korban yang masih berusia sekitar 15 tahun menceritakan dugaan perlakuan tidak senonoh yang dialaminya kepada orang tua temannya. 

Informasi tersebut kemudian sampai kepada keluarga korban dan diteruskan menjadi laporan hukum.

Pendampingan hukum dilakukan oleh Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHR) di bawah naungan DPC PDI Perjuangan Garut sebelum laporan disampaikan ke polisi.

Korban diduga mengalami pelecehan seksual selama sekitar satu tahun terakhir. Modus yang disebut digunakan pelaku yakni meminta korban bangun untuk melaksanakan salat malam.

Selain dugaan kekerasan seksual, korban juga disebut mengalami kekerasan fisik.

Saat ini, kasus tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut. Polisi menyatakan proses penyelidikan masih berjalan dan belum menetapkan tersangka.***

Sumber: konteks
Foto: Pimpinan pondok pesantren di Garut, Jawa Barat diciduk terkait kasus dugaan pencabulan santriwati (Foto: TikTok/@yuyusys2)

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Gegerkan Garut, Pimpinan Ponpes Nyaris Diamuk Massa Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Gegerkan Garut, Pimpinan Ponpes Nyaris Diamuk Massa Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5