Kabar Terbaru Gunung Dukono Erupsi: Warga Lokal, Pendaki Asal Singapura dan China Tewas, 10 Orang Masih dalam Pencarian
Gunung Dukono, yang terletak di Halmahera Timur, Maluku Utara, erupsi mengirimkan awan asap setinggi 10 km ke udara, Jumat 8 Mei 2026 pagi.
Tiga pendaki, termasuk dua warga asing, tewas dan 10 lainnya hilang akibat Gunung Dukono meletus.
"Ada tiga orang tewas, dua warga asing dan satu penduduk Pulau Ternate,” ungkap Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, Erlichson Pasaribu, mengutip CNA, Jumat 8 Mei 2026.
Dua korban tewas berasal dari Singapura dan China, meskipun belum ada konfirmasi resmi tentang kewarganegaraannya.
Seorang petugas penyelamat setempat sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa 20 pendaki dilaporkan hilang, 9 di antaranya berasal dari Singapura.
Erlichson Pasaribu mengatakan, semuanya adalah pendaki, meskipun area tersebut sebenarnya telah ditutup untuk pengunjung sejak 17 April setelah para ilmuwan mengamati peningkatan aktivitas vulkanik.
Gunung Dukono saat ini berada pada tingkat siaga tertinggi ketiga dari sistem siaga empat tingkat di Indonesia.
Sejak Desember, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah merekomendasikan agar wisatawan dan pendaki tidak mendekati kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
Tidak seperti gunung berapi Indonesia lainnya yang lebih ramah wisatawan, Gunung Dukono terletak jauh dari jalur perjalanan utama wisata.
Untuk mencapainya dari Jakarta biasanya melibatkan penerbangan ke Ternate, penyeberangan kapal ke Halmahera, dan perjalanan darat yang panjang ke Tobelo di Halmahera Utara sebelum pendakian dimulai.
Para pendaki biasanya melewati hutan lebat sebelum mencapai medan vulkanik tandus yang dilapisi abu dan endapan belerang.
Gunung Dukono, yang terletak di provinsi Maluku Utara, meletus pada hari Jumat pukul 07.41 WIT, mengirimkan awan asap setinggi 10 km ke udara.
Lana Saria, Kepala Badan Geologi setempat mengatakan, letusan pagi hari itu disertai dengan suara gemuruh. Asap tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan berisiko mengganggu layanan transportasi.
Sementara itu, Iwan Ramdani, Kepala SAR setempat mengatakan, mereka telah mengerahkan puluhan personel, termasuk polisi, untuk mencari para pendaki.
Belum ada laporan tentang gangguan penerbangan yang disebabkan oleh letusan tersebut.
Gunung Dukono adalah salah satu dari tiga gunung berapi di Pulau Halmahera. Gunung berapi ini telah meletus terus-menerus sejak tahun 1933, dengan seringnya terjadi ledakan abu dan semburan sulfur dioksida.
Pada 6 April 2026, gunung berapi ini meletus ketika sekelompok orang sedang melakukan pendakian di dekatnya. Beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. ***
Sumber: konteks
Foto: Tampak Gunung Dukono di Halmahera Timur, Maluku Utara, erupsi dan menyebabkan 3 orang tewas, termasuk pendaki WNA China dan Singapura. (Foto: X.com @epicmnw)
Kabar Terbaru Gunung Dukono Erupsi: Warga Lokal, Pendaki Asal Singapura dan China Tewas, 10 Orang Masih dalam Pencarian
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
