Adsterra

Breaking News

Dugaan Permainan Proyek Kopdes Merah Putih di Kediri, Oknum TNI dan PNS bagi-bagi Fee dalam Mobil


Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya dugaan praktik permainan proyek pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dalam sejumlah unggahan video dan narasi yang beredar luas, muncul percakapan berbahasa Jawa yang diduga membahas pembagian komisi atau fee proyek pembangunan Kopdes Merah Putih.

Narasi tersebut menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang disebut berperan sebagai koordinator kontraktor hingga dugaan keterlibatan oknum aparat.

Percakapan yang viral di media sosial itu bahkan menyinggung pembagian komisi proyek pembangunan puluhan Kopdes Merah Putih di wilayah Kediri.

Tak hanya soal dugaan fee proyek, video dan narasi yang beredar juga memunculkan tudingan bahwa hasil pembangunan Kopdes yang dikerjakan sejumlah kontraktor diduga tidak sesuai spesifikasi maupun standar pekerjaan.

Isu tersebut langsung memicu sorotan publik karena program Kopdes Merah Putih sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu program penguatan ekonomi masyarakat desa.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan koperasi berbasis kebutuhan masyarakat setempat.

Namun, munculnya dugaan penyimpangan proyek justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Warganet ramai mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit dan penelusuran terhadap dugaan permainan proyek tersebut secara terbuka dan transparan.

Publik juga meminta agar program pembangunan desa tidak dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi oleh oknum tertentu.

“Program desa jangan sampai dijadikan bancakan,” tulis salah satu komentar warganet dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Dalam video yang viral, terdengar percakapan yang diduga menyinggung nominal pembagian fee proyek.

Bahkan, narasi yang berkembang menyebut adanya protes dari salah satu pihak terkait pembagian komisi tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran isi percakapan maupun dugaan praktik yang disebut dalam video tersebut.

Belum diketahui pula kapan tepatnya percakapan itu terjadi dan siapa saja pihak yang terlibat.

Namun isu tersebut telanjur memicu perhatian publik karena menyangkut program pembangunan yang bersumber dari anggaran untuk kepentingan masyarakat desa.

Sejumlah warganet menilai apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka hal itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program koperasi desa yang sedang digencarkan pemerintah.

Publik juga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan tersebut secara objektif tanpa pandang bulu apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Kalau sejak awal program rakyat sudah diduga jadi bancakan oknum, bagaimana masyarakat bisa percaya?” tulis komentar lain di media sosial.

Program Kopdes Merah Putih sendiri sebelumnya diperkenalkan sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui pengembangan koperasi dan usaha masyarakat.

Karena itu, masyarakat berharap pelaksanaan program benar-benar dijalankan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah, pihak kontraktor, maupun aparat Kodim terkait mengenai viralnya dugaan permainan proyek tersebut.***

Sumber: pojokbaca
Foto: Dugaan Permainan Proyek Kopdes Merah Putih di Kediri, Oknum TNI dan PNS bagi-bagi Fee dalam Mobil/Net

Dugaan Permainan Proyek Kopdes Merah Putih di Kediri, Oknum TNI dan PNS bagi-bagi Fee dalam Mobil Dugaan Permainan Proyek Kopdes Merah Putih di Kediri, Oknum TNI dan PNS bagi-bagi Fee dalam Mobil Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5