Viral di TikTok! Niat Donasi di Mall Malah Berujung Tutup Rekening: Hati-Hati Jebakan Auto-Debit
Viral postingan seorang netizen yang membagikan pengalaman pahitnya saat
berniat melakukan aksi sosial.
Kejadian yang dialami oleh akun TikTok nurulwulan50 yang menceritakan
dirinya menjadi korban oknum penggalang donasi di mal.
Dia bercerita agar lebih waspada terhadap metode penggalangan dana yang
tidak transparan.
Sambil mengunggah video curhatnya, ia menuliskan, "Sedikit cerita mba mba
pinter dan gaenakan ini yang bertemu kaka kaka minta waktunya sebentar."
Kisah ini bermula ketika ia didatangi oleh petugas penggalang donasi saat
sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan.
Sebagai seseorang yang mengaku memiliki sifat "tidak enakan" atau people
pleaser, ia akhirnya bersedia mendengarkan penjelasan petugas tersebut
mengenai tujuan donasi tersebut,
Karena merasa tujuannya mulia, ia pun setuju untuk ikut menyumbang.
@nurulwulan50 Sedikit cerita mba mba pinter dan gaenakan ini yang bertemu kaka kaka minta waktunya sebentar :))))
♬ suara asli - Nurulwulan | Orang Sunda ✨
Namun, petaka dimulai ketika sistem pembayaran yang digunakan ternyata
bukanlah sumbangan sekali putus, melainkan sistem otomatis yang mengikat
rekening pribadinya.
"Gara donasi di mall-mall aku sampai harus tutup akun lagi di Bank BRI. Ini
pun terjadi karena aku pintar banget dan kayak baru pertama kali juga aku
donasi dan nerima ajakan dari orang-orang yang ngestop aku di mall-mall
itu," ungkapnya dalam video tersebut.
Ia menjelaskan pihak petugas memberikan penjelasan mengenai tujuan donasi
dengan sangat meyakinkan, namun ada informasi krusial yang sengaja atau
tidak, terlewatkan.
"Tapi tidak dijelaskan kalau ternyata donasi itu tuh auto debit setiap
bulannya. Kalau Aku pribadi awal donasi itu tuh Rp200.000. Jadi per bulannya
itu tuh kepotong Rp200.000 dan aku sama sekali tidak ngeh," tambahnya.
Kelalaian ini baru disadarinya beberapa bulan kemudian secara tidak sengaja.
Mengingat transaksi sering terjadi secara otomatis, ia tidak menyadari
adanya pengurangan saldo secara berkala dari rekeningnya.
"Aku tuh enggak ngeh. Ternyata udah beberapa bulan. Nah, pas malam kayak
udah tengah malam kayak gitu, aku lihat kayak kok ada pemotongan. Pemotongan
dari mana? Aku cek email, aku cek mutasi dan lain-lain. Ternyata udah
beberapa kali dan itu tuh kayak enggak engeh gitu karena tengah malam kan,"
tuturnya menjelaskan kerugian materiil yang dialami.
Berusaha menyelesaikan masalah tersebut secara prosedural, ia segera
mendatangi pihak bank untuk meminta penghentian fitur auto-debit tersebut.
Namun, jawaban dari pihak perbankan justru mengejutkan dan menunjukkan
betapa lemahnya posisi konsumen dalam sistem ini.
Berdasarkan keterangan pihak bank, penghentian auto-debit tidak bisa
dilakukan secara sepihak oleh bank jika penyelenggara donasi tidak
merespons.
"Ternyata enggak bisa, Kak untuk penghentian itu. Bahkan katanya udah banyak
banget kasus yang kayak gini dan mereka bahkan sudah menyurat ke ke orang
yang donasi-donasi itu tapi tidak digubris sama sekali," kata korban
menirukan penjelasan pihak bank.
Karena tidak ada jalan keluar lain untuk menghentikan pemotongan saldo yang
terus berjalan, ia terpaksa mengambil langkah drastis dengan memindahkan
seluruh dananya dan menutup rekening tersebut secara permanen.
Di akhir ceritanya, ia memberikan pesan menohok bagi para penontonnya agar
lebih tegas dalam menjaga privasi data perbankan mereka.
"Semoga ini menjadi pembelajaran untuk teman-teman semua kayak yang
pasti-pasti aja kalau misalkan donasi gitu. Jangan juga enggak enak kan
kayak gue," pungkasnya.
Sumber:
suara
Foto: Viral di TikTok! Niat Donasi di Mall Malah Berujung Tutup Rekening
Bank. (TikTok)
Viral di TikTok! Niat Donasi di Mall Malah Berujung Tutup Rekening: Hati-Hati Jebakan Auto-Debit
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar