Viral Aipda Vicky Mundur karena Dimutasi Usai Tangani Kasus Korupsi, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya
Nama Vicky Katiandagho tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah akun menyebarkan narasi bahwa anggota Polri berpangkat Aipda itu memilih mundur dari institusi setelah dimutasi, yang dikaitkan dengan penanganan kasus korupsi.
Menanggapi hal tersebut, Polda Sulawesi Utara menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar. Klarifikasi disampaikan setelah beredarnya video yang memicu berbagai spekulasi di publik.
Kabid Humas Polda Sulut menjelaskan bahwa video yang viral telah ditelusuri dan diklarifikasi langsung oleh Biro Paminal Bidpropam kepada yang bersangkutan. Hasilnya, video tersebut merupakan dokumentasi pribadi yang dibuat sebagai kenang-kenangan menjelang masa pensiun dini.
"Dalam komunikasi yang dilakukan pada Kamis, 2 April 2026, VAK membenarkan bahwa video tersebut memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026. Namun, video asli tersebut hanya berisi ucapan terima kasih kepada institusi Polri," ucap dia.
Polda Sulut juga menegaskan bahwa isi video tersebut telah dimodifikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan narasi yang bersifat provokatif. Padahal, menurut keterangan resmi, video asli justru menunjukkan rasa bangga terhadap institusi Polri.
"Dalam video tersebut, VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri. Ia menegaskan komitmennya dengan semboyan
"Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara," ujarnya.
Pihak kepolisian menilai Aipda Vicky justru menjadi korban dari penyalahgunaan konten yang beredar di media sosial.
“Hasil klarifikasi menunjukkan subjek tidak terlibat. Loyalitasnya tetap terjaga dan narasi kekecewaan itu tidak benar,” katanya.
Lebih lanjut, Polda Sulut memastikan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan mutasi yang dijalani oleh Aipda Vicky. Mutasi ke Polres Kepulauan Talaud disebut sebagai hal yang wajar dalam organisasi Polri.
“Mutasi tersebut merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri. Hal ini adalah bagian dari Tour of Duty dan Tour of Area demi penyegaran organisasi dan rutinitas penempatan personel," ucap dia.
Selain itu, dijelaskan bahwa pengunduran diri yang bersangkutan telah diajukan sejak tahun 2025. Keputusan tersebut ditegaskan bukan karena tekanan atau sanksi, melainkan atas keinginan pribadi.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sudah diedit sedemikian rupa. Pengunduran diri yang bersangkutan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri," ujarnya.
Sebelumnya, Aipda Vicky diketahui bertugas di Unit Tipikor Satreskrim Polres Minahasa sebelum dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud bersama 20 personel lainnya berdasarkan keputusan mutasi rutin.
"Vicky di tahun 2024, masuk dalam SKEP mutasi tour of duty, tour of area, berdasarkan Kep 534/X/2024 ttg Mutasi rutin 20 pers bintara. Yang bersangkutan mutasi dari Polres Minahasa ke Polres Talaud," ucap dia.
“Jadi ini hal yang biasa dilakukan,” sambung dia.
Selama bertugas, ia turut terlibat dalam penanganan sejumlah perkara korupsi. Beberapa kasus telah dinyatakan lengkap, sementara lainnya masih dalam proses.
Polda Sulut kembali menegaskan bahwa mutasi tersebut tidak berkaitan dengan penanganan kasus yang pernah ditangani. Proses hukum tetap berjalan karena dikerjakan oleh tim, bukan individu.
“Menjelaskan penanganan perkara bukan dia sendiri yang pegang, melainkan tim/unit,” kata Alamsyah. *
Sumber: fin
Foto: VIRAL Aipda Vicky Katiandagho DIMUTASI & LEPAS SERAGAM COKELAT, Polda Sulut Buka Suara
Viral Aipda Vicky Mundur karena Dimutasi Usai Tangani Kasus Korupsi, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar