Breaking News

Vicky Katiandagho Pilih Jadi TUKANG KOPI! Eks Polisi Ini Bongkar Dugaan ‘MAIN MATA’ Kasus Korupsi Minahasa: Daripada Tunduk pada PENJILAT


Keputusan mengejutkan datang dari Vicky Aristo Katiandagho. Mantan Kanit Tipidkor Sat Reskrim Polres Minahasa ini secara resmi telah melepas seragam cokelatnya pada Rabu, 1 April 2026.

Vicky yang sebelumnya berpangkat Aipda itu kini memilih jalan hidup sederhana: jualan kopi di Moonbae, Minahasa, Tondano, Sulawesi Utara (Sulut).

Langkah tersebut langsung menyita perhatian publik. Bukan hanya karena perubahan profesinya yang kontras, tetapi juga karena alasan di balik pengunduran diri Vicky Katiandagho yang sarat kontroversi.

“Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat,” tulis Vicky Katiandagho seperti dikutip dari akun medsosnya pada Jumat, 3 April 2026.

Momen perpisahannya pun menjadi sorotan emosional. Dalam video yang viral, Vicky terlihat memeluk putrinya sambil menahan tangis di halaman kantor kepolisian.

“Kapan pun baju cokelat ini bisa tanggal. Tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I Love KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. I Quit,” tulis Vicky dalam unggahan Instagram yang menyentuh hati ribuan netizen.

Langkah berani ini diambil Vicky bukan tanpa sebab. Ia merasa perjuangannya dalam memberantas korupsi di Sulawesi Utara dijegal oleh tembok besar di internal institusinya sendiri.

Pengunduran dirinya menjadi simbol perlawanan terhadap praktik tebang pilih yang diduga melibatkan pejabat utama di Polda Sulawesi Utara (Polda Sulut).

Saat Hukum Kalah Oleh Kedekatan

Pemicu utama mundurnya Vicky Katiandagho adalah mandeknya kasus dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan di Minahasa tahun 2020.

Kasus yang melibatkan pejabat penting ini tiba-tiba menemui jalan buntu saat Vicky mulai mencium aroma busuk dan berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara.

Vicky Katiandagho secara blak-blakan menyebut adanya "tangan tak terlihat" yang menghentikan perkara tersebut.

Kabar terbaru menyebutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mengembalikan SPDP kepada penyidik karena kepolisian dianggap tidak serius melanjutkan perkara.

"Perkara itu tidak berjalan lagi karena ada faktor kedekatan antara pihak terkait dengan salah satu pejabat utama di Polda Sulut," tegas Vicky dalam video viral yang beredar luas pada 2 April 2026.

Mutasi ke Pelosok & Surat yang Dicuekin Kapolri

Integritas Vicky justru dibalas dengan mutasi mendadak. Di tengah panasnya penyidikan, ia dipindahkan ke Polres Kepulauan Talaud—wilayah pelosok di perbatasan Indonesia yang sangat jauh dari lokasi perkara.

Publik meyakini mutasi ini adalah upaya sistematis untuk menjauhkan Vicky dari target bidikannya.

Sebelum menyerah, Vicky Katiandagho sempat mengirimkan surat resmi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Namun, hingga detik dirinya resmi mundur, Sang Jenderal tak memberikan respons sedikit pun.

Tidak diketahui apakah surat tersebut sengaja ditahan oleh birokrasi di bawahnya atau memang diabaikan.

Video perpisahan Vicky di depan Gedung Utama Polda Sulut menjadi momen paling emosional bagi netizen.

Sambil terisak, ia memeluk erat putrinya, seolah mengisyaratkan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kehormatan keluarga dan nuraninya sebagai manusia.

Dilihat dari akun media sosialnya, tanpa atribut kepolisian, Vicky tampak asyik meracik kopi untuk pembeli.

Dukungan mengalir deras dari netizen yang menganggap profesi barunya jauh lebih terhormat daripada bertahan di bawah tekanan oknum pejabat.

Menguapnya Kasus Korupsi Tas Minahasa

Hambatan yang dialami Vicky terlihat jelas dalam urutan waktu penanganan kasus berikut ini:
  • Januari 2021: Penyelidikan awal dimulai atas dugaan penyimpangan anggaran tas ramah lingkungan.
  • Februari 2024: Kasus mendadak "tiarap" dengan alasan menjaga netralitas karena ada keterlibatan pihak yang maju sebagai Caleg.
  • September 2024: Gelar perkara di Ditreskrimsus Polda Sulut menunjukkan bukti kuat, kasus naik ke tahap penyidikan.
  • April 2026: Pasca Vicky dimutasi paksa dan akhirnya mundur, berkas perkara dikembalikan oleh jaksa (P17) karena tidak ada progres dari kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Sulawesi Utara masih memilih bungkam seribu bahasa terkait tudingan intervensi pejabat utama dalam kasus korupsi tersebut.

Termasuk alasan polisi tidak lagi melanjutkan perkara korupsi tas ramah lingkungan yang diduga melibatkan pejabat di Minahasa.

Publik kini menanti, apakah keberanian Vicky Katiandagho akan memicu evaluasi besar-besaran atau justru terkubur bersama ampas kopi di kedainya.

Sumber: fin
Foto: Vicky Katiandagho Pilih Jadi TUKANG KOPI! Eks Polisi Ini Bongkar Dugaan ‘MAIN MATA’ Kasus Korupsi di Minahasa

Vicky Katiandagho Pilih Jadi TUKANG KOPI! Eks Polisi Ini Bongkar Dugaan ‘MAIN MATA’ Kasus Korupsi Minahasa: Daripada Tunduk pada PENJILAT Vicky Katiandagho Pilih Jadi TUKANG KOPI! Eks Polisi Ini Bongkar Dugaan ‘MAIN MATA’ Kasus Korupsi Minahasa: Daripada Tunduk pada PENJILAT Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar