Ungkapan Panas Mahfud MD Sebut Hukum Dipakai untuk Kepentingan Penguasa!
Pernyataan keras kembali dilontarkan Mahfud MD terkait kondisi hukum di Indonesia saat ini.
Dalam sebuah podcast bernama Terung Terang, Mahfud secara blak-blakan menilai proses pembentukan hukum mulai bergeser dari prinsip demokrasi.
Ia bahkan menyebut munculnya fenomena yang dikenal sebagai otokratik legalisme.
Yakni kondisi di mana hukum tidak lagi menjadi alat keadilan, melainkan sekadar legitimasi kekuasaan.
“Hukum itu dibuat untuk membenarkan kehendak penguasa,” ujar Mahfud, dikutip Pojoksatu.id dari YT Mahfud MD Official.
Menurutnya gejala ini terlihat dari proses legislasi yang kerap tidak transparan dan minim keterlibatan publik.
Bahkan ia menilai pembentukan hukum saat ini sering dilakukan secara tertutup.
“Bisa dibuat secara sembunyi-sembunyi, bisa juga dibuat secara mendadak sehingga tidak ada meaningful participation.”
Mahfud juga menyoroti hilangnya ruang diskusi dalam proses tersebut. Ia menilai, pembahasan hukum tidak lagi memberi ruang bagi berbagai pandangan.
“Tidak ada diskusi-diskusi, tidak ada tawaran teori lain.”
Ia menegaskan kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari melemahnya kualitas demokrasi secara keseluruhan. Ketika kontrol publik berkurang, hukum pun rentan disalahgunakan.
“Kesadaran hukum lemah dan pembentukan hukum sekarang sudah ramai istilah otokratik legalism.”
Mahfud mengingatkan jika praktik seperti ini terus dibiarkan, dampaknya bisa sangat serius bagi masa depan negara.
“Nanti kalau setiap penguasa baru melakukan itu hancur akhirnya amburadul negara ini.”
Pernyataan ini menjadi alarm keras bahwa hukum seharusnya kembali ditempatkan sebagai alat keadilan, bukan sekadar instrumen kekuasaan.
Pemerintah dan lembaga legislatif pun didorong untuk membuka ruang partisipasi publik agar kepercayaan terhadap hukum tidak semakin terkikis.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Ungkapan Panas Mahfud MD Sebut Hukum Dipakai untuk Kepentingan Penguasa! (YT Mahfud MD Official)
Ungkapan Panas Mahfud MD Sebut Hukum Dipakai untuk Kepentingan Penguasa!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar