Toko Kue Gambang Semarang Diserbu Bintang 1 Usai Viral Isu 'Anak Wali Kota', Kena Cancel Culture?
Toko Kue Gambang yang berlokasi di kawasan ikonik Pasar Johar Semarang tengah menjadi pusat perhatian publik, namun bukan karena prestasinya.
Usaha kuliner ini sedang "dirujak" warganet hingga menyebabkan rating Google Maps-nya anjlok drastis ke angka 2,8 pada Jumat 3 April 2026 malam.
Sentimen negatif ini dipicu oleh bola salju isu di media sosial yang menuding adanya keterlibatan anak Wali Kota Semarang dalam kepemilikan bisnis.
Hingga narasi kontroversial mengenai perluasan toko yang disebut bakal menjebol tembok cagar budaya.
Owner Buka Suara: "Cuma Teman Sekolah"
Aldin Meidito, pemilik Toko Kue Gambang, secara tegas menepis tuduhan bahwa usahanya dimiliki oleh anak pejabat.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan sosok yang dimaksud hanya sebatas konsultasi perizinan sebagai teman lama, bukan sebagai pemegang saham.
“Tidak ada kepemilikan (anak wali kota). Kami berdiskusi karena teman sekolah saya, karena saya harus mencari tahu gimana cara mencari perizinan harus ke dinas apa saja,” jelas Aldin Meidito yang dilansir Sabtu, 4 April 2026.
Aldin juga menambahkan bahwa seluruh proses perizinan ditempuh secara legal selama enam bulan, mulai dari September 2025 hingga rampung pada Maret 2026.
Isu Jebol Tembok Cagar Budaya Ternyata Hoax?
Selain masalah kepemilikan, netizen juga menyoroti rencana perombakan fisik bangunan di Pasar Johar Utara.
Narasi yang beredar menyebut pagar cagar budaya akan dibongkar demi akses toko. Namun, Aldin memastikan pihaknya justru sangat berhati-hati dalam menjaga struktur asli bangunan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno (Moy), turut pasang badan. Ia menegaskan tidak ada aktivitas "menjebol" tembok seperti yang dituduhkan.
“Tidak ada pembongkaran (tembok). Yang ada hanya perataan trap atau undakan supaya lebih ramah untuk pengunjung, kalau itu dijebol takutnya nanti air masuk jadi banjir,” ujar Aniceto Magno.
Dampak Sosial & Ekonomi di Pasar Johar
Menurut pihak Dinas Perdagangan, kehadiran Toko Kue Gambang sebenarnya telah didiskusikan dengan pedagang setempat.
Hasilnya, para pedagang justru merasa terbantu karena toko tersebut membawa keramaian baru di Pasar Johar yang sempat sepi.
Pihak dinas menyesalkan adanya serangan personal yang mengaitkan urusan bisnis dengan ranah pribadi pejabat daerah.
Meskipun rating toko sedang terjun bebas akibat ulasan bintang satu dari netizen, pihak pengelola berharap publik bisa melihat fakta di lapangan yang sebenarnya tidak melanggar aturan cagar budaya.
Hingga saat ini, ulasan negatif di Google Maps masih terus bertambah. Apakah Toko Kue Gambang mampu rebound dari krisis reputasi ini? Kita pantau terus perkembangannya!***
Sumber: konteks
Foto: Toko Kue Gambang Semarang kena rujak netizen! (Instagram @tokokuegambang)
Toko Kue Gambang Semarang Diserbu Bintang 1 Usai Viral Isu 'Anak Wali Kota', Kena Cancel Culture?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar