Breaking News

Ternyata Menkeu Purbaya Tak Tahu Detail Pengadaan Sepeda Motor Listrik BGN, Sempat Ditolak Tahun 2025


Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal deretan sepeda motor listrik dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN) yang viral di media sosial.

Bendahara Negara itu mengaku, belum tahu detail pengadaan tersebut. Dia pun akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Menurut Purbaya, sempat menolak usulan pengadaan sepeda motor listrik dan komputer untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) lantaran dinilai belum menjadi prioritas.

Adapun, usulan tersebut diajukan pada tahun 2025 lalu.

"Tahun lalu sempat kita enggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi," ungkap Purbaya kepada wartawan di kantornya, Selasa 7 April 2026.

Purbaya mengatakan, seharusnya anggaran program MBG fokus memenuhi kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan bagi masyarakat.

"Bukan enggak boleh, kita enggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnis kan sudah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya, tapi saya akan coba cek lagi," tuturnya.

Kepala BGN Sebut Perencanaan Anggaran 2025

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal sepeda motor listrik berlogo BGN yang viral di media sosial.

Kepada BGN Dadan Hindayana mengakui jika sepeda motor tersebut milik BGN sebagai bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

Menurut Dadan, sepeda motor untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ungkap Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 7 April 2026.

Dikatakannya, proses realisasi pengadaan sepeda motor tersebut dilakukan secara bertahap dimulai pada Desember 2025.

Dadan juga mengklarifikasi informasi yang beredar terkait jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit.

Dia menegaskan, informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," bantahnya.

Dadan menyebut, ribuan sepeda motor listrik tersebut belum didistribusikan kepada setiap kepala SPPG.

Pasalnya, pembagian harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," katanya.

Dadan berharap masyarakat dapat memahami pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.***

Sumber: konteks
Foto: Menkeu Purbaya akui sempat tolak pengadaan sepeda motor listrik BGN, tak tahu detailnya hingga kini (Instagram @menkeuri)

Ternyata Menkeu Purbaya Tak Tahu Detail Pengadaan Sepeda Motor Listrik BGN, Sempat Ditolak Tahun 2025 Ternyata Menkeu Purbaya Tak Tahu Detail Pengadaan Sepeda Motor Listrik BGN, Sempat Ditolak Tahun 2025 Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar