Terbongkar! Rahasia Cairan Black Dollar WNA Liberia yang Kuras Rp 1,6 Miliar: Cuma Air Detergen
Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar praktik penipuan lintas negara dengan modus dolar hitam atau black dollar. Dalam kasus ini, tiga warga negara asing (WNA) asal Liberia menyasar seorang korban asal Korea Selatan di wilayah Meruya, Jakarta Barat.
Fakta mengejutkan terungkap saat polisi memeriksa zat kimia yang diklaim pelaku sebagai cairan pembersih uang dolar tersebut.
"Jadi, setelah kita lakukan pengecekan, cairan khusus tersebut adalah air putih biasa dicampur dengan detergen," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol R Dwi Kennardi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Cairan yang sebenarnya hanya campuran detergen itu ditawarkan oleh para pelaku kepada korban dengan harga fantastis, mencapai ribuan dolar Amerika Serikat (AS).
Pelaku meyakinkan korban bahwa cairan tersebut berfungsi untuk mencuci lembaran kertas hitam agar berubah menjadi uang dolar asli.
"Terlapor menyampaikan dengan tipu muslihatnya bahwa cairan tersebut adalah cairan khusus untuk melunturkan black dollar tersebut atau uang hitam tersebut supaya menjadi dolar asli," ujar Kenn sebagaimana dilansir Antara.
Korban dalam skema penipuan ini adalah seorang WNA asal Korea Selatan bernama Lee Byung Ok. Akibat tipu daya para pelaku, Lee Byung Ok harus menelan kerugian materiil yang mencapai Rp1,6 miliar. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua dari tiga pelaku yang terlibat.
"Untuk tersangka, yaitu inisial IDK alias JK dan SDT alias JP, kemudian satu orang lagi PL alias P melarikan diri, and saat ini sebagai DPO (daftar pencarian orang)," tutur Kenn.
Modus black dollar sendiri merupakan teknik penipuan uang palsu menggunakan potongan kertas yang telah diberi warna hitam, biru, atau putih menggunakan lapisan karbon.
Pelaku biasanya mengklaim kertas tersebut adalah mata uang dolar AS asli yang sengaja disamarkan agar bisa melewati pemeriksaan Bea Cukai.
Untuk meyakinkan korbannya, pelaku berdalih bahwa warna hitam tersebut hanya bisa dihilangkan dengan bahan kimia khusus, padahal kertas tersebut hanyalah uang palsu atau potongan kertas biasa.
Aksi kriminal ini bermula pada Agustus 2025. Saat itu, ketiga tersangka bertemu dengan Lee Byung Ok di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Di sana, para pelaku mulai melancarkan strategi untuk menjerat korban ke dalam investasi palsu.
"Tersangka SDT alias JP kemudian menawarkan investasi berupa black dollar kepada korban di salah satu hotel di Jakarta Barat, dan ketiga tersangka memperlihatkan uang dolar satu gepok dengan jumlah sebesar 50 dolar AS," terang Kenn.
Untuk membangun kepercayaan, tersangka IDK dan SDT memperlihatkan black dollar senilai 3.300 dolar AS kepada korban. Tersangka SDT kemudian melakukan demonstrasi dengan mencuci sebagian kertas hitam tersebut menggunakan cairan khusus.
Hasilnya, muncul rupa uang asli sebanyak 300 dolar AS, sementara 3.000 lembar lainnya tetap dibiarkan hitam. Uang 300 dolar AS hasil cucian itu diberikan kepada korban untuk dicek keasliannya di tempat penukaran uang (money changer). Ketika dikonfirmasi bahwa uang tersebut asli, korban pun mulai percaya pada para pelaku.
Eskalasi penipuan berlanjut pada 24 September 2025. Para tersangka mendatangi apartemen korban dengan membawa dua koper yang diklaim berisi uang dolar AS. Mereka kemudian meminta uang dalam jumlah besar dengan alasan untuk menebus koper lain yang tertahan.
"Pada tanggal 24 September 2025, ketiga tersangka bertemu dengan korban di apartemen korban, dan membawa dua koper yang berisi uang dolar AS. Kemudian, tersangka IDK alias JK dan SDT meminta uang kepada korban sebesar 50 ribu dolar AS untuk mengambil tiga koper uang lagi yang tertahan di Bea Cukai bandara," papar Kenn.
Korban yang sudah terperdaya langsung menyerahkan uang tersebut. Para tersangka kemudian berpura-pura pergi ke bandara dan kembali keesokan harinya membawa tiga koper tambahan serta satu jerigen cairan yang diklaim sebagai bahan pembersih.
"Ketiga tersangka pun seolah-olah berangkat ke bandara untuk mengambil koper tersebut dan meyakinkan korban. Keesokan harinya, ketiga tersangka datang kembali ke apartemen korban dengan membawa tiga koper berikut satu jerigen cairan yang berhasil dibebaskan (dari bea cukai)," tutur Kenn.
Di hadapan korban, tersangka SDT mengeluarkan 22 ribu dolar AS dari koper dan mencucinya. Namun, pelaku kembali menggunakan trik dengan mengatakan bahwa cairan yang tersedia tidak cukup untuk membersihkan seluruh uang.
"Namun, hanya beberapa uang saja yang dapat dicuci karena cairannya kurang. Kemudian, tersangka SDT meminta uang kepada korban sebesar 62.500 dolar AS untuk membeli cairan baru, namun korban saat itu mengatakan belum memiliki uang," ungkap Kenn.
Puncaknya terjadi pada 21 Desember 2025, di mana para tersangka kembali meminta uang untuk membeli cairan pembersih.
Korban menyerahkan lagi uang sebesar 50 ribu dolar AS. Setelah menerima uang tersebut, para tersangka mengajak korban bertemu di sebuah mall untuk menyerahkan koper berisi dua jerigen cairan.
Nahas, saat korban mencoba mencuci sendiri tumpukan black dollar tersebut di apartemennya, tidak ada satu pun kertas yang berubah menjadi uang.
Lembaran tersebut tetap menjadi potongan kertas berbentuk uang tanpa nilai. Menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan, Lee Byung Ok segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan pengejaran dan menangkap IDK alias JK serta SDT alias JP. Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lainnya yang berstatus buron.
Atas tindakan penipuan yang terencana ini, para pelaku dijerat dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
"Dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun," tegas Kenn merujuk pada Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Sumber: suara
Foto: Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan jerigen (sudut kanan meja) berisi cairan yang digunakan oleh pelaku untuk melunturkan black dollar atau dolar hitam, di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (31/3/2026). ANTARA/Risky Syukur.
Terbongkar! Rahasia Cairan Black Dollar WNA Liberia yang Kuras Rp 1,6 Miliar: Cuma Air Detergen
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar