Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang
Senin siang (13/4/2026) itu seharusnya menjadi momen bagi Muhammad Imam Muslimin alias Yai Mim untuk memberikan keterangan.
Sebagai pelapor atas dugaan penganiayaan yang dialaminya, mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Mapolresta Malang Kota.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih memberikan kesaksian, Yai Mim justru mengembuskan napas terakhirnya tepat sebelum proses hukum itu dimulai.
Kematian pria yang tengah mendekam di sel tahanan sejak Januari lalu atas kasus pelecehan seksual ini menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, tak ada tanda-tanda gangguan kesehatan yang menyelimuti tubuhnya sebelum kejadian.
Beberapa saat sebelum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.45 WIB, tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polresta Malang Kota sempat memeriksa kondisi fisik Yai Mim. Hasilnya? Mengejutkan.
"Hasil pemeriksaan Dokkes bagus. Tekanan darahnya normal di angka 110/80 dan tidak ada tanda-tanda keluhan kesehatan yang berarti," ungkap Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Namun, hanya dalam hitungan jam setelah dinyatakan sehat, kondisi berbalik 180 derajat. Yai Mim kolaps dan nyawanya tak tertolong saat hendak diperiksa sebagai pelapor kasus penganiayaan.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Yai Mim segera dilarikan ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk menjalani visum et repertum. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membeberkan temuan awal yang cukup krusial.
Berdasarkan analisis sementara, tim medis menemukan indikasi menonjol yang mengarah pada kondisi asfiksia, sebuah kondisi medis di mana tubuh kekurangan oksigen secara ekstrem yang berujung pada kematian.
Sumber: suara
Foto: Ilustrasi Yai Mim. Yai Mim meninggal dunia di dalam sel Polresta Malang. [YouTube/Uya Kuya TV]
Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar