Breaking News

Sensor Bawah Laut China Ditemukan di Gili Trawangan NTB, Ancaman Sunyi di Selat Lombok


Sebuah perangkat yang tidak biasa ditemukan nelayan di Gili Trawangan, NTB, dipastikan adalah sensor bawah air buatan China yang ditambatkan.

Perairan tempat ditemukannya berada di dekat Selat Lombok yang strategis.

Dibilang strategis karena berada di titik sempit alami yang menghubungkan Laut China Selatan ke Samudra Hindia melalui Laut Jawa.

Perangkat tersebut telah dipastikan sebagai jenis yang dikembangkan China dan diuji pada pertengahan 2010.

Perangkat ini dikembangkan Institut Penelitian 710, bagian dari China Shipbuilding Industry Corporation (sekarang CSSC), institut yang berfokus pada serangan dan pertahanan bawah air.

Dikenal sebagai 'Sistem Tambat Transmisi Real-Time Laut Dalam', perangkat ini telah diuji setidaknya sejak 2016 oleh Institut Oseanologi, Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Dilaporkan perangkat ini berhasil melakukan transmisi data laut dalam secara real-time selama 190 hari di Pasifik Barat.

Kemungkinan besar perangkat ini diproduksi Qingdao Haishan Marine Technology Co., Ltd, meski belum terkonfirmasi secara pasti.

Sistem ini dapat ditempatkan di perairan dengan kedalaman antara 200 dan 4.000 meter.

Perangkat ini ditambatkan dengan jangkar di dasar laut, dihubungkan tali melalui cincin berujung bulat di kedua ujung badannya.

Perangkat yang ditemukan adalah badan sensor utama yang pada dasarnya adalah pelampung tambat atau pelampung induk, yang mengapung antara 80 dan 300 meter di bawah permukaan.

Dalam satu contoh, barang tersebut mengapung pada kedalaman 140 meter di bawah permukaan.

Adapun paket sensor utama meliputi 2xAcoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk mengukur arus, 1xsensor Konduktivitas, Suhu, Kedalaman (CTD), 1xsensor akustik untuk mengumpulkan informasi suara dan target.

Perangkat ini dapat tetap beroperasi hingga 12 bulan menggunakan baterai internal.

Untuk berkomunikasi dengan pangkalan, ia dapat melepaskan pelampung komunikasi yang terikat atau tidak terikat yang mengapung ke permukaan.

Berdasarkan tinjauan sekilas terhadap citra, tampaknya pelampung yang ditemukan tersebut kehilangan beberapa pelampung, yang menunjukkan bahwa pelampung tersebut telah mengirimkan data ke pangkalan.

Pelampung-pelampung ini memungkinkan transfer data secara real-time dari instrumen bawah air ke satelit.

Kemungkinan besar pihak berwenang Indonesia khawatir karena pelampung sensor buatan China telah ditemukan di daerah tersebut.

Hal ini menunjukkan China mungkin memiliki jaringan sensor yang menyediakan informasi real-time tentang kondisi bawah air di jalur perairan strategis yang akan membantu operasi kapal selam mereka.

Sebelumnya, sejumlah glider bawah air buatan China juga telah ditemukan di perairan Indonesia.***

Sumber: konteks
Foto: Sensor bawah laut milik China yang ditemukan di Gili Trawangan NTB. (Istimewa)

Sensor Bawah Laut China Ditemukan di Gili Trawangan NTB, Ancaman Sunyi di Selat Lombok Sensor Bawah Laut China Ditemukan di Gili Trawangan NTB, Ancaman Sunyi di Selat Lombok Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar