Selat Hormuz Dibuka Tapi AS Tetap Lanjutkan Blokade Iran
Keputusan Iran untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata memunculkan respons beragam dari Amerika Serikat. Di satu sisi, langkah tersebut disambut positif, namun di sisi lain Washington tetap melanjutkan kebijakan blokade terhadap Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat mengumumkan bahwa aktivitas perkapalan dan lalu lintas komersial di Selat Hormuz kini dibuka sepenuhnya selama periode gencatan senjata masih berlangsung. Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial X dan dipantau dari Jakarta.
“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” kata Araghchi.
Ia menjelaskan bahwa pembukaan jalur pelayaran tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Republik Islam Iran.
Langkah Iran itu langsung mendapat tanggapan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyampaikan apresiasi atas kebijakan Teheran yang dinilai membuka ruang kelancaran arus perdagangan di kawasan tersebut.
“Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran terbuka sepenuhnya dai siap untuk lalu lintas penuh. Terima kasih!” kata Trump dalam kirimannya di platform Truth Social dengan menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Iran”.
Namun, tak lama berselang, Trump kembali menyampaikan pernyataan berbeda. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap akan mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran hingga seluruh proses negosiasi benar-benar rampung.
“Blokade laut akan tetap diberlakukan secara penuh terhadap Iran, hingga saat di mana transaksi dengan Iran 100 persen selesai,” kata Trump.
Meski demikian, Trump menyatakan optimisme bahwa kebijakan tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia menyebut sebagian besar poin dalam perundingan antara kedua negara telah mencapai kemajuan signifikan.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar putaran pertama negosiasi pada Sabtu, 11 April 2026, di Islamabad, Pakistan. Pertemuan itu berlangsung setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan awal dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.
Namun hasil perundingan tersebut tidak sesuai harapan. Wakil Presiden AS J. D. Vance yang memimpin delegasi Washington menyatakan bahwa kedua pihak gagal mencapai kesepakatan, sehingga rombongan AS kembali tanpa hasil pada Minggu pagi, 12 April 2026.
Kegagalan tersebut mendorong Amerika Serikat mengambil langkah lanjutan dengan mengerahkan Angkatan Laut untuk melakukan blokade di Selat Hormuz.
Meski demikian, upaya diplomasi masih berlanjut. Berdasarkan laporan Axios yang dikutip RIA Novosti, putaran kedua negosiasi antara AS dan Iran dijadwalkan kembali digelar di Islamabad pada Minggu, 19 April 2026.
Di tengah dinamika tersebut, perkembangan lain juga terjadi di kawasan Timur Tengah. Pada Kamis sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari, menyusul pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington DC.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada langkah-langkah deeskalasi, ketegangan geopolitik di kawasan masih berlangsung dan sangat bergantung pada hasil negosiasi lanjutan antara pihak-pihak terkait. *
Sumber: fin
Foto: Presiden AS Donald Trump
Selat Hormuz Dibuka Tapi AS Tetap Lanjutkan Blokade Iran
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar