Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang
Perang militer di Timur Tengah kini memicu keretakan serius di dalam internal aliansi negara-negara Barat.
Tiga negara utama yang merupakan mitra dekat Amerika Serikat mulai menunjukkan sikap pembangkangan secara terbuka dan tegas.
Langkah ini diambil untuk mencegah keterlibatan mereka dalam pusaran konflik bersenjata melawan Republik Islam Iran.
Prancis menjadi negara pertama yang secara resmi menutup akses bagi pengiriman logistik tempur menuju wilayah konflik.
Pemerintah di Paris melarang penggunaan ruang udaranya bagi Israel yang membawa persenjataan bantuan dari Amerika Serikat.
Langkah ini dianggap sebagai sinyal penolakan paling berani di tengah tekanan kuat dari Presiden Donald Trump.
Seorang diplomat Barat mengungkapkan bahwa Trump terus mendesak sekutu Eropa dan NATO untuk terlibat lebih jauh.
Prancis tidak ingin wilayahnya menjadi bagian dari rantai logistik serangan balasan yang ditujukan kepada pihak Iran.
Data menunjukkan bahwa ini adalah kali pertama Prancis mengambil tindakan ekstrem sejak pecahnya konflik Februari lalu.
Meski demikian, hingga saat ini otoritas resmi di Paris masih memilih bungkam seribu bahasa terkait kebijakan tersebut.
Sikap serupa ternyata juga diikuti oleh pemerintah Italia yang menunjukkan otoritas penuh atas wilayah kedaulatan mereka.
Otoritas Italia baru saja melarang pesawat tempur Amerika Serikat mendarat di pangkalan militer strategis di Sisilia.
Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, secara langsung menolak permohonan penggunaan fasilitas pangkalan udara Sigonella tersebut.
Penolakan mendadak ini terjadi saat armada udara Amerika Serikat sebenarnya sudah dalam posisi terbang menuju Italia.
Lembaga penyiaran RAI melaporkan bahwa proses koordinasi militer dari pihak Amerika Serikat dianggap sangat tidak profesional.
"Tidak ada permintaan izin atau konsultasi dengan pimpinan militer Italia," bunyi laporan RAI.
Pihak Italia merasa dilangkahi karena rencana pendaratan tersebut disampaikan secara mendadak saat pesawat sedang mengudara.
Berdasarkan hasil investigasi teknis, penerbangan tersebut tidak masuk dalam kategori misi logistik rutin atau normal.
Oleh karena itu, operasi tersebut tidak dilindungi oleh perjanjian kerja sama pertahanan yang berlaku antara kedua negara.
Dukungan bagi Iran juga datang secara tidak langsung dari pernyataan keras yang dikeluarkan oleh pemerintah Spanyol.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menegaskan posisi negaranya untuk tetap netral dan menjauh dari konflik tersebut.
Madrid memastikan tidak akan ada celah bagi Amerika Serikat maupun Israel untuk menggunakan fasilitas militer mereka.
Pangkalan udara dan laut di Spanyol sepenuhnya tertutup bagi aktivitas yang mendukung operasi militer di wilayah Iran.
Bahkan pihak Spanyol mengeluarkan label yang sangat keras terhadap rencana serangan gabungan yang dirancang oleh Washington.
Spanyol secara eksplisit menyebutkan bahwa tindakan agresi terhadap Iran adalah sebuah langkah yang sangat melanggar hukum.
Hal ini memperparah isolasi diplomatik yang mulai dirasakan oleh Amerika Serikat di daratan Eropa saat ini.
Keamanan global kini berada di ujung tanduk karena perbedaan visi antara pemimpin NATO dalam menangani krisis.
Ketidaksediaan sekutu Eropa memberikan akses logistik membuat rencana serangan balik Amerika menjadi semakin sulit dilaksanakan.
Fenomena ini membuktikan bahwa dukungan tanpa syarat terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat mulai memudar secara signifikan.
Sumber: suara
Foto: Donald Trump (INS)
Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar