Breaking News

Said Didu Sebut JK Ingatkan Ada Risiko Kekacauan Juli–Agustus


Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) disebut menyampaikan peringatan keras mengenai potensi kekacauan nasional pada Juli–Agustus 2026.

Itu apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah korektif di bidang ekonomi dan fiskal.

Peringatan tersebut diungkapkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, dalam wawancara siniar dengan wartawan senior, Edy Mulyadi, yang tayang pada 23 Maret 2026.

Didu mengaku dipanggil JK pada 17 Februari dan berdiskusi hampir dua jam.

“Pak JK betul-betul prihatin terhadap keadaan yang dihadapi negara,” katanya.

JK, menurut Didu, menyoroti dua ancaman besar: tekanan geopolitik akibat ketegangan Iran–Amerika Serikat dan beban utang besar peninggalan pemerintahan sebelumnya.

Ia juga menyebut adanya kekhawatiran istana setelah pertemuan dirinya, JK, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada 15 Maret.

“Saya sempat dikontak, mempertanyakan mau apa JK,” ujarnya.

Didu menegaskan pertemuan itu bukan manuver politik, melainkan forum mencari solusi atas situasi nasional.

Terkait potensi kaous, Didu memaparkan skenarionya bila defisit anggaran terus melebar.

Dalam dua bulan pertama, kata dia, defisit sudah sekitar Rp200 triliun.

Jika pola itu berlanjut hingga Juli–Agustus, angka defisit bisa menembus Rp1.000 triliun.

“Jalanan akan berlubang, daerah tidak ada uang, Puskesmas sudah enggak bisa melayani,” ucapnya menggambarkan kondisi terburuk.***

Sumber: konteks
Foto: Said Didu/Net

Said Didu Sebut JK Ingatkan Ada Risiko Kekacauan Juli–Agustus Said Didu Sebut JK Ingatkan Ada Risiko Kekacauan Juli–Agustus Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar