Breaking News

Puluhan Santri Gagal Terbang padahal Sudah Pegang Boarding Pass, Super Air Jet Dilaporkan ke Polisi


Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerima laporan yang dialamatkan kepada maskapai penerbangan Super Air Jet.

Laporan ini muncul menyusul insiden memilukan yang menimpa puluhan santri asal Pasuruan, Jawa Timur. 

Meskipun telah memegang tiket dan boarding pass, sebanyak 29 orang dari rombongan tersebut dilarang menaiki pesawat menuju Jakarta. 

Kejadian yang berujung jalur hukum ini bermula pada Kamis, 2 April 2026. Saat itu, video yang memperlihatkan para santri yang tidak jadi berangkat beredar luas di media sosial dan menuai kecaman publik.

Kronologi di Gate Keberangkatan

Para santri tersebut merupakan rombongan dari Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan.

Mereka dijadwalkan terbang dari Pangkalpinang menuju Jakarta. Namun, nahas menimpa saat mereka sudah berada di area keberangkatan. 

Dari total 74 orang yang tergabung dalam rombongan, sebagaimana disebutkan dalam narasi video hanya 41 orang saja yang diperbolehkan naik ke pesawat.

Sisanya, yang berjumlah 29 orang, harus tertinggal meskipun sudah mengantongi boarding pass. 

Seseorang yang merekam kejadian tersebut memperlihatkan kondisi para santri yang kebingungan. Ia menyebutkan alasan pihak maskapai adalah masalah keterlambatan. 

“Ini adalah santri Darullughah yang seharusnya hari ini mereka berangkat dengan jumlah rombongan sekitar 72 orang,” ucapnya dalam video tersebut. 

“Tapi, ternyata dengan alasan keterlambatan, mereka ditinggal. Padahal, mereka sudah mengantongi masing-masing satu boarding pass. Jadi, 41 santri masuk pesawat dan lainnya nggak boleh masuk,” imbuh si perekam video.

Karena merasa diperlakukan tidak adil, perekam video pun meminta pertanggungjawaban serius dari pihak terkait. 

“Kami meminta tanggung jawab dari kalian semua, gimana nasib para santri-santri. Terima kasih,” lanjutnya.

Tuntutan Pengembalian Dana

Selain dampak psikologis akibat batalnya keberangkatan, insiden ini diketahui membuat pihak pesantren dan keluarga santri mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit. Jika dihitung, total kerugian diperkirakan mencapai angka Rp100 juta. 

Estimasi kerugian ini mencakup biaya pembelian tiket baru untuk membeli kursi penerbangan selanjutnya yang nilainya sekitar Rp70 juta, ditambah dengan biaya logistik lainnya yang harus dikeluarkan oleh keluarga santri akibat penundaan ini. 

Salah satu keluhan utama yang disuarakan dalam unggahan viral adalah terkait kebijakan refund.

Wali santri menilai seharusnya pihak maskapai mengembalikan uang tiket jika memang melarang penumpang berangkat. 

“Mereka beli tiket Pangkalpinang - Jakarta. Kalau pun mereka tidak boleh berangkat, harusnya dapat refund dari kalian, tapi ini tidak sama sekali,” tulis keterangan dalam tangkapan layar unggahan status WhatsApp, dikutip dari @bangkabelitunginfonew pada Jumat, 3 April 2026. 

Dilaporkan ke Polda Bangka Belitung 

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bergerak cepat. Mereka mengonfirmasi telah menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dalam kasus ini. 

“Polda Kepulauan Bangka Belitung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen oleh maskapai Super Air Jet IU 3823,” sebut perwakilan kepolisian. 

Dalam laporan polisi tersebut dijelaskan kronologi rinci bahwa para korban telah memenuhi syarat administrasi dan fisik untuk terbang, namun tetap dicegah.

“Peristiwa ini bermula dari laporan wali santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah Pasuruan, di mana dari total 72 penumpang yang telah memiliki boarding pass dan berada di dalam gate keberangkatan, sebanyak 29 orang tidak dapat melanjutkan penerbangan,” bebernya.

Polisi juga kemudian menyoroti sikap maskapai yang dinilai kurang transparan. Disebutkan dalam laporan bahwa pihak keluarga korban tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai alasan penolakan tersebut. 

Saat ini, proses penyelidikan sedang berjalan. Penyidik sedang meminta keterangan terhadap pelapor untuk menggali fakta yang sebenarnya, sekaligus sedang mengumpulkan barang bukti pendukung. 

Hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan pihak manajemen Super Air Jet terkait viralnya insiden ini maupun terkait laporan polisi yang telah masuk.*** 

Sumber: konteks
Foto: Puluhan santri gagal terbang berujung pada laporan polisi terhadap maskapai Super Air Jet (Foto: Instagram/@humaspoldakep.babel)

Puluhan Santri Gagal Terbang padahal Sudah Pegang Boarding Pass, Super Air Jet Dilaporkan ke Polisi Puluhan Santri Gagal Terbang padahal Sudah Pegang Boarding Pass, Super Air Jet Dilaporkan ke Polisi Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar