Breaking News

Mulai Pusing Tagihan Membengkak, Trump Lirik 'Kantong' Negara Arab buat Bayar Biaya Perang Iran


Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi sinyal kuat akan meminta negara-negara Arab menanggung biaya perang melawan Iran yang nilainya mencapai puluhan miliar dolar. 

Wacana ini mencuat di tengah membengkaknya beban militer Washington akibat konflik yang terus meluas di Timur Tengah.

Gedung Putih Buka Opsi Pendanaan dari Negara Arab

Juru bicara Presiden AS, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa opsi meminta kontribusi dana dari negara Arab menjadi salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan.

“Saya pikir itu adalah sesuatu yang akan sangat diminati Presiden (Trump) untuk meminta mereka melakukannya,” kata Leavitt kepada wartawan, mengutip Aljazeera, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menambahkan, meski belum menjadi keputusan resmi, ide tersebut merupakan bagian dari pemikiran Presiden Donald Trump dan kemungkinan akan kembali disampaikan ke publik.

Berkaca pada Perang Teluk

Wacana ini mengingatkan pada skema pendanaan saat Perang Teluk, ketika koalisi internasional membantu membiayai operasi militer AS.

Saat itu, negara-negara sekutu termasuk Jerman dan Jepang bersama negara Arab mengumpulkan sekitar USD54 miliar untuk mendukung intervensi militer Washington.

Namun, situasi saat ini berbeda. Konflik antara AS, Israel, dan Iran berlangsung tanpa dukungan penuh dari sekutu regional, sehingga beban biaya lebih banyak ditanggung sendiri oleh negeri Paman Sam.

Biaya Perang Terus Membengkak

Laporan media AS menyebut biaya perang meningkat sangat cepat. Dalam enam hari pertama saja, pengeluaran militer mencapai sekitar USD11,3 miliar.

Sementara itu, Center for Strategic and International Studies memperkirakan biaya tersebut melonjak menjadi USD16,5 miliar pada hari ke-12 konflik, dan kini diyakini jauh lebih besar setelah memasuki lebih dari satu bulan.

Gedung Putih bahkan telah mengajukan tambahan anggaran militer hingga USD200 miliar kepada Kongres untuk mendukung operasi dan mengisi kembali stok amunisi.

Usulan Pembayaran dengan Minyak

Di tengah perdebatan, analis konservatif Sean Hannity mengusulkan agar Iran diwajibkan membayar biaya perang menggunakan minyak sebagai bagian dari kesepakatan damai.

“Mereka harus setuju untuk membayar Amerika dengan minyak untuk seluruh biaya operasi militer ini,” ujarnya.

Namun, Iran justru mengajukan tuntutan sebaliknya, yakni meminta kompensasi atas kerusakan akibat serangan militer AS dan Israel.

Dampak ke Energi Global

Perang yang berkepanjangan juga berdampak langsung pada pasar energi dunia. Penutupan jalur strategis Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak dan bahan bakar global.

Di AS, harga bensin rata-rata kini mencapai USD3,99 per galon, naik lebih dari satu dolar dibandingkan sebelum konflik.

Meski demikian, pemerintah AS menilai kenaikan tersebut hanya bersifat sementara.

“Pesan keseluruhannya, seperti yang telah kami nyatakan berulang kali, Ini adalah tindakan jangka pendek dan fluktuasi harga jangka pendek untuk manfaat jangka panjang dalam mengakhiri ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap Amerika Serikat, pasukan kita, dan sekutu kita di kawasan ini,” kata Leavitt.

Iran Klaim Diserang Lebih Dulu

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa mereka tidak memicu konflik dan justru menjadi pihak yang lebih dulu diserang saat proses diplomasi masih berlangsung.

Teheran juga menyatakan bahwa serangan balasan yang dilakukan menargetkan kepentingan militer AS, meski laporan menunjukkan sejumlah infrastruktur sipil di kawasan Teluk turut terdampak.***

Sumber: konteks
Foto: Presiden AS, Donald Trump mengisyaratkan akan meminta negara-negara Arab untuk menanggung biaya perang melawan Iran (Foto: AP Photo)

Mulai Pusing Tagihan Membengkak, Trump Lirik 'Kantong' Negara Arab buat Bayar Biaya Perang Iran Mulai Pusing Tagihan Membengkak, Trump Lirik 'Kantong' Negara Arab buat Bayar Biaya Perang Iran Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar