Mulai Jengkel Disuruh Urus Makanan Siswa, SMAN 1 Ciemas Surati SPPG: Tugas Guru Itu Mengajar, Bukan Bagikan Ompreng!
Sebuah surat dari pihak SMAN 1 Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, mendadak ramai diperbincangkan setelah beredar luas di media sosial.
Surat tersebut berisi keberatan terhadap mekanisme distribusi program makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai membebani guru di luar tugas utama mereka sebagai pendidik.
Dokumen itu disebut ditujukan kepada SPPG Al-Mubarokah sebagai pihak pelaksana teknis program MBG di wilayah tersebut.
Surat Viral, Sekolah Minta Evaluasi Sistem
Berdasarkan unggahan yang beredar, pihak sekolah mengajukan permohonan evaluasi terhadap pelaksanaan teknis distribusi MBG.
Mereka menilai sistem yang berjalan saat ini belum efektif dan justru menimbulkan persoalan baru di lingkungan sekolah.
"SMAN 1 Ciemas menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di sekolah," demikian isi keterangan yang beredar.
Sekolah juga menekankan perlunya perbaikan sistem, terutama dalam hal pembagian tugas agar tidak melibatkan guru secara langsung.
Guru Diminta Fokus Mengajar
Dalam isi surat, pihak sekolah menegaskan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, membimbing, serta mengevaluasi siswa.
Keterlibatan dalam distribusi makanan dinilai berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.
"Dan tidak termasuk dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pendidik atau tenaga kependidikan," tertulis dalam dokumen tersebut.
Poin ini menjadi sorotan karena menyentuh langsung profesionalisme dan batas tanggung jawab tenaga pendidik di sekolah.
Distribusi Tanggung Jawab SPPG
Selain itu, pihak sekolah menilai bahwa distribusi MBG seharusnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaksana program, dalam hal ini SPPG.
"Pihak SPPG selaku pelaksana teknis bertanggung jawab penuh atas rantai pasok hingga ke titik akhir (siswa penerima manfaat-red)," tegas pihak sekolah.
Sekolah menegaskan perannya hanya sebatas menyediakan fasilitas, bukan sebagai pelaksana distribusi di lapangan.
Muncul Tuduhan, Guru Terseret Polemik
Situasi semakin rumit ketika muncul tudingan dari masyarakat yang menyebut adanya ketidakterbukaan dalam pengelolaan jatah makanan siswa, khususnya bagi yang tidak hadir.
"Munculnya polemik dan tuduhan tidak berdasar dari masyarakat terkait transparansi jatah makanan siswa yang tidak hadir," tulis surat tersebut.
Pihak sekolah menilai tuduhan ini berpotensi merusak citra dan martabat profesi guru, sekaligus menimbulkan risiko sosial maupun hukum.
Tolak Beban Tambahan, Sekolah Desak Tim Khusus
Dalam sikap resminya, SMAN 1 Ciemas menyatakan keberatan jika guru dan staf dibebani tanggung jawab tambahan terkait distribusi MBG.
"Menolak tanggung jawab atas pengelolaan sisa makanan siswa yang tak hadir," tegas pihak sekolah.
Sebagai solusi, sekolah meminta agar SPPG segera membentuk tim khusus yang bertugas mendistribusikan makanan langsung kepada siswa di sekolah.
"Menuntut agar pihak SPPG Al-Mubarokah segera menyediakan tenaga khusus atau petugas distribusi mandiri," tulis mereka.
Hingga berita ini tayang, pihak SPPG Al-Mubarokah belum memberikan pernyataan resmi apapun terkait surat yang viral tersebut.***
Sumber: konteks
Foto: SMAN 1 Ciemas, Sukabumi surati SPPG minta distribusi MBG tak dibebankan kepada guru
Mulai Jengkel Disuruh Urus Makanan Siswa, SMAN 1 Ciemas Surati SPPG: Tugas Guru Itu Mengajar, Bukan Bagikan Ompreng!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar