Masih Terus Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata, Iran Sebut Israel 'Anjing Gila' AS
Sebuah sumber dari Iran menyebut Teheran tengah mempertimbangkan untuk keluar dari kesepakatan gencatan senjata sementara jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan kepada media Tasnim pada Rabu, 8 April 2026. Sumber tersebut menegaskan bahwa pelanggaran yang berulang dapat membuat Iran menarik diri dari komitmen yang telah disepakati.
Serangan Langgar Kesepakatan
Menurut sumber tersebut, kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mencakup penghentian seluruh aksi militer, termasuk terhadap kelompok yang disebut sebagai 'Perlawanan Islam' di Lebanon.
Namun, ia menilai serangan terbaru Israel pada pagi hari sebagai pelanggaran terbuka terhadap kesepakatan tersebut.
Iran disebut tengah mengevaluasi langkah lanjutan, termasuk kemungkinan keluar dari perjanjian jika situasi tidak berubah.
Militer Iran Siapkan Respons
Di tengah ketidakpastian, Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan mulai mengidentifikasi target sebagai respons atas serangan yang disebut sebagai agresi Israel.
Sumber tersebut juga melontarkan peringatan keras terhadap Washington.
“Jika AS tidak dapat mengendalikan 'anjing gilanya' di kawasan ini, Iran akan secara luar biasa membantunya dalam hal ini! Dan itu akan dilakukan dengan kekuatan,” kata sumber tersebut.
Konflik ini berakar dari eskalasi besar setelah serangan militer yang disebut melibatkan AS dan Israel terhadap Iran, menyusul pembunuhan pemimpin penting Iran, Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026 lalu.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target militer AS dan Israel di kawasan.
Respons tersebut disebut menimbulkan kerusakan signifikan sekaligus memperkuat solidaritas domestik di Iran.
Diplomasi di Tengah Ketegangan
Di tengah konflik, upaya diplomasi tetap berjalan. Pakistan berperan sebagai mediator yang mendorong tercapainya gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Islamabad. Iran mengajukan sepuluh poin sebagai dasar negosiasi, termasuk penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi, serta pengaturan kendali di Selat Hormuz.
Negosiasi Bukan Akhir Konflik
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menilai situasi ini sebagai 'kemenangan strategis' yang memaksa AS menerima jalur negosiasi.
Meski demikian, Iran menegaskan proses diplomasi bukan berarti konflik berakhir, melainkan berlanjut dalam bentuk lain.
Teheran juga menunjukkan sikap tidak percaya terhadap komitmen Amerika Serikat dalam proses tersebut.***
Sumber: konteks
Foto: Iran geram Israel masih terus serang Lebanon di tengah gencatan senjata (Foto: Tasnim)
Masih Terus Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata, Iran Sebut Israel 'Anjing Gila' AS
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar