Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
Sebuah dokumen rahasia pertahanan Amerika Serikat mengungkap rencana untuk
mendapatkan akses lintas udara tanpa batas atau blanket overflight bagi
pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia.
Proposal ini disebut sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan
operasional Washington di kawasan Indo-Pasifik.
Rencana tersebut mengemuka setelah pertemuan antara Presiden Indonesia
Prabowo Subianto dan mantan Presiden AS Donald Trump di Washington pada
Februari 2026.
Menurut unggahan akun X @New Direction AFRICA, Menteri Pertahanan, Sjafrie
Sjamsoeddin akan meneken kesepakatan kontroversial tersebut saat kunjungan
ke Washington.
Kesepakatan ini dinilai berpotensi memberi keleluasaan lebih besar bagi
militer AS dalam melakukan pergerakan udara di kawasan Indo-Pasifik dan
tentu saja menciderai kedaulatan wilayah udara Indonesia.
🚨🇮🇩🇺🇸 EXPOSED: US seeks blanket overflight access via Indonesia. Defence Minister Sjafrie Sjamsoeddin to sign deal in Washington. No case-by-case approval. Just notification.
— New Direction AFRICA (@Its_ereko) April 12, 2026
The empire expands. Indonesia opens its skies. The resistance watches. One deal at a time. one truth at… pic.twitter.com/RjUfitFHmi
Dokumen rahasia yang diajukan Departemen Pertahanan AS bertajuk
Operationalizing U.S. Overflight, kepada Kementerian Pertahanan Indonesia
pada 26 Februari.
Di dokumen itu, pemerintah Trump mengusulkan mekanisme baru yang
memungkinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara Indonesia hanya
dengan sistem notifikasi, tanpa persetujuan kasus per kasus.
Dalam teks dokumen disebutkan bahwa akses ini akan digunakan untuk operasi
darurat militer, respons krisis, serta latihan militer bersama.
“Pesawat AS dapat melintas langsung setelah pemberitahuan, hingga ada
notifikasi penghentian,” demikian isi dokumen tersebut seperti dilansir dari
The Sunday Guardian, Senin (13/4).
Skema ini dinilai akan memangkas prosedur birokrasi dan mempercepat
mobilitas militer AS secara signifikan di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, juga dirancang jalur koordinasi langsung antara Angkatan Udara
Pasifik AS dan pusat operasi udara Indonesia, termasuk hotline khusus.
Namun hingga laporan ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari
pemerintah ataupun pihak Kemenhan AS.
Secara strategis, posisi geografis Indonesia yang menghubungkan Samudra
Pasifik dan Hindia menjadikan wilayah udaranya sangat vital bagi pergerakan
militer global.
Jika benar telah disepakati, kerja sama ini akan menempatkan Indonesia dalam
jaringan akses militer AS bersama sekutu lain seperti Australia, Jepang, dan
Filipina.
Meski demikian, rincian akhir dari perjanjian masih belum dipublikasikan.
Dengan proses yang disebut hampir rampung, perhatian kini tertuju pada
langkah resmi kedua negara dalam beberapa hari ke depan, utamanya dari pihak
Kemenhan yang dipimpin Sjafrie Sjamsoeddin.
Sumber:
suara
Foto: Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dikabarkan akan meneken
kesepakatan kontroversial, akses lintas udara tanpa batas atau blanket
overflight bagi pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia. (Tim Media
Menhan Sjafrie)
Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar