'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
Mantan penasihat Gedung Putih sekaligus tokoh sentral dalam gerakan Make
America Great Again atau MAGA, Steve Bannon, melontarkan pernyataan
kontroversial yang mengguncang jagat politik internasional.
Bannon secara terbuka mendesak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika
Serikat (DHS) untuk segera mendeportasi Yair Netanyahu, putra Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu, agar kembali ke negaranya dan ikut
bertempur dalam konflik melawan Iran.
Kritik tajam ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah,
dan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya berada di garis depan medan
perang melawan Iran.
Bannon, dikenal dengan kelugasan gaya bicara dan konfrontatif, tidak menahan
diri dalam menyerang gaya hidup Yair yang saat ini diketahui berada di
Miami, Florida.
"Anak Netanyahu di Miami itu, usir dia besok," tegas Bannon dalam sebuah
pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, dikutip dari media Israel, The
Jerusalem Post, Selasa (31/3/2026).
‘Netanyahu's kid down in Miami, turf him out tomorrow’ — Steve Bannon
— RT (@RT_com) March 30, 2026
‘Where's DHS when you need them? Get him back there. Put a uniform on him’
‘Let's have him in the first wave’ pic.twitter.com/IjQrdQP76p
Ia mempertanyakan peran otoritas keamanan AS, dalam menangani keberadaan
putra pemimpin Israel tersebut saat negaranya sedang dalam kondisi perang.
"Di mana DHS saat Anda membutuhkannya? Kembalikan dia ke sana. Berikan
seragam padanya. Biarkan dia berada di gelombang pertama." tambah Bannon
dengan nada geram.
Sorotan Terhadap Gaya Hidup Anak Pejabat di Tengah Perang
Yair Netanyahu memang telah lama menjadi sasaran kritik, baik di dalam
negeri Israel maupun di dunia internasional.
Berbeda dengan adiknya, Avner Netanyahu, yang menjaga profil rendah dan jauh
dari sorotan media.
Yair dikenal sangat vokal di media sosial, dan sering memicu kontroversi
dengan pandangan-pandangannya yang blak-blakan.
Selama eskalasi perang yang melibatkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), baik
Yair maupun Avner dilaporkan tidak bertugas di militer.
Ketidakhadiran Yair di medan tempur, sementara ribuan tentara cadangan
Israel dipanggil pulang dari luar negeri, memicu sentimen negatif.
Bannon tampaknya memanfaatkan sentimen ini, untuk menyoroti apa yang ia
anggap sebagai ketidakadilan bagi rakyat jelata.
"Rayat biasa harus bertempur, sementara anak-anak elite politik berlindung
di luar negeri," kata dia.
Anak Trump juga
Menariknya, fenomena menargetkan "anak pemimpin" ini tidak hanya berhenti
pada keluarga Netanyahu.
Pada akhir Februari lalu, laman daring satir, DraftBarronTrump.com, muncul
ke publik.
Laman tersebut memuat kutipan-kutipan palsu dari keluarga Trump yang
seolah-olah memuji keberanian Barron Trump, putra bungsu Donald Trump yang
kini berusia 19 tahun, dan menyerukan agar ia mendaftar militer untuk
melawan Iran.
Rencana Strategis di Pulau Kharg dan Sentilan untuk Pangeran Arab
Selain menyerang Yair Netanyahu, Steve Bannon juga memaparkan visi
strategisnya mengenai bagaimana Amerika Serikat dan sekutunya harus
menghadapi Iran.
Ia menyatakan dukungan kuat untuk bekerja sama dengan negara-negara Arab
dalam upaya merebut Pulau Kharg, sebuah titik vital bagi ekonomi Iran.
"Mari kita libatkan orang-orang Arab. Saya ingin orang Arab. Saya ingin UEA,
[Mohammed bin Zayed Al Nahyan], yang merupakan yang terbaik yang mereka
miliki di sana. Dan dia memiliki tentara sungguhan, tidak besar, tetapi
mereka benar-benar tahu cara bertempur. Pulau Kharg. Itulah tujuan Anda.
Majulah," kata Bannon memaparkan strateginya.
Pulau Kharg, yang terletak di Teluk Persia, merupakan hub utama ekspor
minyak Iran. Sekitar 90 persen minyak mentah Iran dikirim melalui pulau ini,
dengan China sebagai tujuan utama.
Baru-baru ini, diskusi di dalam pemerintahan AS mulai mempertimbangkan
apakah menduduki pulau tersebut diperlukan untuk memaksa Iran berhenti
memblokade lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Bannon tidak hanya menyasar para pemimpin politik, tetapi juga keluarga
kerajaan dari negara-negara Teluk yang menurutnya harus lebih berkontribusi
secara fisik dalam menjaga keamanan wilayah mereka sendiri.
"Dan masukkan juga beberapa pangeran Qatar. Masukkan juga pangeran-pangeran
Saudi ke sana. Keluarkan mereka dari London, keluarkan mereka dari kasino
dan rumah bordil di London. Dan pulangkan mereka ke Teluk," tambah Bannon
dalam sindiran pedasnya terhadap gaya hidup mewah para bangsawan Arab di
Eropa.
Sumber:
suara
Foto: Kolase foto Yair Netanyahu (kiri), Barron Trump (tengah), dan
ilustrasi pangeran Arab (kanan). [Suara.com]
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
,%20Barron%20Trump%20(tengah),%20dan%20ilustrasi%20pangeran%20Arab%20(kanan).jpg)
Tidak ada komentar