Ketua IDAI Murka! Banner Film Aku Harus Mati Dinilai Berbahaya bagi Anak
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso menyayangkan munculnya banner film 'Aku Harus Mati'. Menurutnya, iklan visual itu memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan mental anak dan remaja. Kenapa?
Bagi dr Piprim, banner film 'Aku Harus Mati' sangat berbahaya bagi anak dan remaja. Hal ini berkaitan dengan masalah kesehatan mental pada kelompok tersebut yang semakin meningkat.
"Pak Presiden, kasus anak dan remaja sakit mental makin meningkat, pak. Lalu ketika mereka sedang galau dan baca banner besar 'Aku harus mati', kira-kira mereka akan terinspirasi bunuh diri kan pak," kata dr Piprim dalam pernyataannya di Threads, dikutip Senin (6/4/2026).
Pemprov Jakarta menertibkan materi iklan film horor yang dinilai terlalu menyeramkan (dok. Pemprov Jakarta)
"Bagaimana bisa banner seperti ini dibiarkan terpampang di muka publik. Sebagai dokter anak sekaligus ketua ikatan dokter anak, saya amat keberatan dengan banner sampah ini," tegasnya.
Karena itu, dr Piprim mendorong untuk diturunkan seluruh banner film tersebut. Ini penting demi menjaga kesehatan mental anak Indonesia.
"Mohon dengan sangat, pak. Jangan dipasang di tempat umum yang mudah dibaca oleh anak dan remaja. Jika ada remaja terinspirasi bunuh diri setelah membaca ini, bapak bisa disalahkan juga, karena membiarkan banner seperti ini bebas terpasang di negara Indonesia," kata dr Piprim.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil keputusan cepat untuk melarang adanya banner film 'Aku Harus Mati' berada di ruang publik. Bahkan, telah menurunkan banner yang telah terpasang.
Atas tindakan itu, dr Piprim pun memberi apresiasi.
"Keren Pemprov DKI Jakarta, mencopot banner yang meresahkan," ungkap dr Piprim.
Sumber: inews
Foto: Ketua IDAI dan banner film Aku Harus Mati yang kontroversial. (Foto: Instagram)
Ketua IDAI Murka! Banner Film Aku Harus Mati Dinilai Berbahaya bagi Anak
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:


Tidak ada komentar