Kerugian Perang Capai Rp 4.617 Triliun, Iran Tuntut Kompensasi dan Ultimatum AS-Israel Soal Selat Hormuz
Pemerintah Iran menuntut kompensasi fantastis senilai sekitar Rp4.617 triliun atas kerusakan besar yang terjadi akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
Tuntutan itu disampaikan di tengah upaya mediasi internasional yang terus berlangsung untuk meredakan konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Iran menilai sejumlah negara di kawasan ikut bertanggung jawab karena wilayah mereka diduga digunakan sebagai pangkalan serangan terhadap Teheran.
Selain menuntut ganti rugi, Iran juga menggagas skema kompensasi baru melalui pengenaan pajak terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Juru bicara pemerintah Iran menyebut total kerugian yang dialami negaranya mencapai sekitar 270 miliar dolar AS atau setara Rp4.617 triliun, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (15/4/2026),
Nilai tersebut mencakup kerusakan langsung maupun dampak ekonomi tidak langsung sejak perang pecah pada akhir Februari lalu.
Kerusakan akibat perang disebut meluas ke berbagai sektor strategis, mulai dari fasilitas energi, industri petrokimia, pabrik baja, hingga jaringan transportasi dan infrastruktur sipil.
Tak hanya sektor industri, fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, pelabuhan, bandara, dan kawasan permukiman warga juga mengalami kerusakan parah.
Bahkan puluhan pesawat sipil dilaporkan tidak lagi bisa beroperasi akibat serangan yang menghantam sejumlah bandara penting di Iran.
Di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, pemerintah Iran mengakui belum mampu memberikan kompensasi kepada warganya yang terdampak perang.
Kondisi fiskal yang terbatas membuat beban pemulihan menjadi sangat berat.
Meski demikian, Iran tetap bersikap keras dalam meja perundingan. Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan konsesi besar kepada AS maupun Israel, termasuk terkait program nuklir dan kendali atas Selat Hormuz.
Bahkan, parlemen Iran menyebut bahwa jika hak-hak negaranya tidak diakui, konflik berpotensi kembali memanas.
Pernyataan tersebut menandakan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang.
Di sisi lain, tekanan ekonomi domestik di Iran terus meningkat. Pemutusan akses internet berkepanjangan, gangguan aktivitas ekonomi, serta gelombang PHK semakin memperburuk situasi dalam negeri.
Kondisi ini membuat tuntutan kompensasi dari Iran bukan hanya soal politik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyelamatkan stabilitas ekonomi nasional yang sedang tertekan.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Kerugian Perang Capai Rp4.617 Triliun, Iran Tuntut Kompensasi dan Ultimatum AS-Israel Soal Selat Hormuz
Kerugian Perang Capai Rp 4.617 Triliun, Iran Tuntut Kompensasi dan Ultimatum AS-Israel Soal Selat Hormuz
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar