Jusuf Kalla Minta Perkara Ijazah Jokowi Segera Diselesaikan: Meresahkan Masyarakat dan Buang Waktu
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara soal kasus ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo usai dirinya dituding mendanai Roy Suryo Cs dalam perkara tersebut.
Menurutnya, kasus ini sebaiknya segera diselesaikan karena telah berlangsung selama 2–3 tahun.
“Ya sebenernya kasus ini kan sudah 2 tahun, 3 tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara,” kata JK di Mabes Polri, Rabu (8/4/2026).
JK mengaku dirinya yang baru saja ditarik-tarik dalam perkara ini juga merasa waktunya banyak terbuang.
“Seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan,” ucapnya.
Ia menilai perkara ini sebenarnya sangat sederhana, karena Jokowi diyakini memiliki ijazah asli. Saat ini, menurutnya, tinggal menunggu Jokowi memperlihatkan ijazah tersebut untuk mengakhiri polemik.
“Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli,” ujarnya.
Jika kasus ini dibiarkan berlarut-larut, JK khawatir akan terjadi perpecahan di tengah masyarakat. Ia menilai perdebatan sengit antara pihak pro dan kontra di televisi telah mengganggu kondisi sosial.
“Pro-kontra kan perpecahan, mati-matian di TV. Itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu,” jelasnya.
“Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, masalah 2-3 tahun ini. Tinggal dikasih lihat, selesai. Tinggal dikasih lihat masyarakat saja selesai,” imbuhnya.
JK juga meyakini Jokowi akan menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri persoalan tersebut, karena tidak menginginkan adanya perpecahan di masyarakat.
“Saya yakin dan pasti Pak Jokowi tidak menginginkan sebagaimana Presiden tidak menginginkan masyarakatnya pecah belah karena soal kecil ini,” pungkasnya.
Diketahui, Rismon sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga menuduh JK sebagai elit politik yang mendanai gerakan yang mempersoalkan ijazah Jokowi.
Selain Rismon, sejumlah saluran atau channel YouTube juga dilaporkan ke Bareskrim oleh kubu JK, di antaranya Ruang Konsensus, Musik Ciamis, Mosato TV, dan YouTuber Nusantara.
Keempat akun tersebut dilaporkan atas pernyataan pihak-pihak di konten YouTube masing-masing.
Misalnya, Ruang Konsensus dalam kontennya menyebut JK memiliki insting berkuasa yang tidak rasional.
Selanjutnya, Mosato TV memuat tudingan upaya makar JK terhadap pemerintah Presiden Prabowo Subianto dari judul kontennya, "JK Diseret Pidana Provokasi, Makar?”
Namun, laporan tersebut masih merupakan langkah konsultasi yang dilakukan tim hukum JK dengan tim Ditipidsiber maupun Ditipidum Bareskrim Polri.
Bantahan Rismon
Sementara itu, kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, mengatakan video yang menarasikan tuduhan bahwa Jusuf Kalla membiayai kasus ijazah Jokowi merupakan hasil olahan kecerdasan buatan (AI).
“Itu olahan AI semua ya. Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,” ujar Jahmada Girsang kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Jahmada menambahkan pihaknya belum ingin banyak berkomentar karena pembuatan laporan polisi harus diuji terlebih dahulu. Menurutnya, membuat laporan ke polisi tidak mudah.
"Biarkan saja dulu, tidak segampang itu membuat laporan. Nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan," pungkasnya.
Sumber: suara
Foto: Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Istimewa]
Jusuf Kalla Minta Perkara Ijazah Jokowi Segera Diselesaikan: Meresahkan Masyarakat dan Buang Waktu
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar