JK Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Singgung Ade Armando dan Ade Darmawan
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla angkat bicara terkait tuduhan penistaan agama yang dilayangkan sejumlah pihak atas ceramahnya di Masjid UGM pada Ramadan lalu.
Dalam keterangannya kepada media di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026, JK menegaskan tuduhan tersebut muncul akibat pemotongan video yang tidak utuh dan disertai narasi yang keliru.
Ia bahkan menyebut pelaporan terhadap dirinya sebagai bentuk fitnah.
“Yang memfitnah saya itu hanya melihat potongan video. Narasinya tidak sesuai dengan apa yang saya sampaikan,” kata JK, sebutan sosok Bugis ini.
Dalam kesempatan itu, JK turut memperlihatkan sejumlah rekaman dokumentasi konflik Poso dan Ambon sebagai konteks dari ceramah yang disampaikan.
Menurut dia, situasi konflik di kedua wilayah tersebut jauh lebih brutal dibandingkan yang selama ini diketahui publik.
Bahkan melebihi gambaran yang pernah ditampilkan dalam berbagai liputan media.
“Itu yang terlihat saja sudah keras, yang tidak diliput media jauh lebih kejam,” ujarnya.
JK menegaskan dirinya terlibat langsung dalam upaya penyelesaian konflik tersebut, bersama sejumlah tokoh lain.
Termasuk Hamid Awaluddin dan juru bicaranya, Husain Abdullah.
“Saya ada di sana. Hamid ada di sana. Uceng (Husain Abdullah) sebagai wartawan juga melihat langsung,” kata JK dengan nada tegas.
Ia menjelaskan, konflik di Poso dan Ambon yang terjadi pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an awalnya dipicu persoalan sosial.
Namun kemudian berkembang menjadi konflik bernuansa agama.
Menurut JK, pengalaman langsung di lapangan menjadi dasar dari apa yang ia sampaikan dalam ceramah tersebut.
“Tidak semua orang berani ke sana,” ujarnya.
“Kami bertiga masuk ke situ untuk menenangkan, berani enggak Ade Armando ke situ? Berani enggak itu Ade Darmawan.”
Ade Armando dan Ade Darmawan diketahui merupakan orang-orang yang dekat dengan Jokowi, Presiden ketujuh RI.
Sebelumnya, laporan terhadap JK dilayangkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi ke pihak kepolisian.
JK berharap masyarakat dapat memahami konteks utuh dari pernyataannya dan tidak terpengaruh oleh potongan informasi yang tidak lengkap.***
Sumber: konteks
Foto: JK dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026. (Istimewa)
JK Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Singgung Ade Armando dan Ade Darmawan
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar